Pemabuk oleh Tuhan

Yeremia 51:57

Babel akan dihancurkan

Aku akan membuat mabuk para pejabatnya, orang-orang bijaknya, para gubernur, para pemimpin, dan tentara-tentaranya. Mereka akan tertidur selama-lamanya dan tidak bangun,” kata Sang Raja, yang namanya adalah TUHAN semesta alam.

Yeremia 51:57 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 51:57?

TUHAN menyebabkan para pemimpin dan tentara Babel mabuk hingga tertidur selama-lamanya. Ini adalah hukuman TUHAN yang menyebabkan kehancuran total, karena kuasa-Nya tidak dapat dilawan.

Latar belakang

Tuhan membuat Babel mabuk

Tuhan berfirman akan membuat para pejabat dan tentara Babel mabuk, lalu tertidur selama-lamanya. Ini adalah hukuman yang menyebabkan mereka tidak sadar dan tidak mampu bertahan.

Di mana

Babel

Di istana Babel

Kapan

~580 SM

Penghakiman dan Pemulihan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengepungan Babel oleh Media
Babel jatuh ke Media
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah yang berdaulat

B

Kepada

Babel

Para pejabat dan tentara Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁכַר

shakar · mabuk

menjadi mabuk, membuat mabuk

יָשֵׁן

yashen · tertidur

tidur, tertidur

קוּץ

quts · bangun

bangun, terjaga

Mabuk, tidur, dan tidak bangun menggambarkan kehancuran total yang Tuhan timpakan, membuat mereka tidak sadar dan akhirnya mati.

Tahukah kamu

Mabuk sebagai hukuman

Dalam Alkitab, mabuk sering dipakai sebagai gambaran hukuman dan kebingungan (Mazmur 60:3).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 51:57

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 51:57

✕  Sering dikira

Menganggap Tuhan membuat mabuk secara harfiah tanpa makna rohani

✓  Yang sebenarnya

Mabuk adalah simbol hukuman dan kebingungan akibat dosa.

✕  Sering dikira

Mengira tidur selamanya adalah kematian fisik biasa

✓  Yang sebenarnya

Ini menggambarkan penghakiman yang berujung pada kebinasaan kekal.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 51:57

Kita harus rendah hati di hadapan Allah, menyadari bahwa kekuatan dan kehebatan manusia tidak berarti di hadapan-Nya. Jangan bergantung pada kekuatan sendiri, tetapi pada Tuhan.

Tuhan, ajari aku rendah hati dan andalkan Engkau dalam segala hal, bukan pada kekuatanku sendiri. Amin.