Tuhan menghukum dewa Bel

Yeremia 51:44

Penghakiman atas Babel

Aku akan menghukum Bel di Babel, dan Aku akan mengeluarkan dari mulutnya apa yang telah ia telan. Bangsa-bangsa tidak akan mengalir kepadanya lagi, tembok Babel telah roboh.

Yeremia 51:44 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 51:44?

Allah akan menghukum Bel, dewa utama Babel, dan mengeluarkan apa yang telah ditelannya (bangsa-bangsa yang ditaklukkan). Tembok Babel akan roboh, dan bangsa-bangsa tidak akan lagi berbondong-bondong datang kepadanya, menunjukkan kehancuran total kuasa Babel.

Latar belakang

Tuhan melawan dewa Bel

Tuhan akan menghukum dewa Bel, mengeluarkan apa yang ditelannya, dan bangsa-bangsa tidak akan mengalir kepadanya lagi. Tembok Babel akan roboh, menunjukkan ketidakberdayaan dewa itu.

Di mana

Babel

Nubuat tentang kuil Bel di Babel

Kapan

~590 SM

Penghakiman dan Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Babel menyembah dewa Bel
Babel ditaklukkan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah yang membalas kesalahan Babel

Y

Kepada

Yeremia

Nabi yang menyampaikan firman

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פָּקַד

paqad · menghukum

memeriksa, mengunjungi untuk menghakimi

בֵּל

Bel · Bel

sebutan untuk dewa utama Babel

חוֹמָה

chomah · tembok

dinding pertahanan kota

Paqad menunjukkan tindakan Tuhan yang aktif mendatangkan penghakiman, bukan sekadar pasif. Bel dan tembok mewakili kekuatan Babel yang akan runtuh.

Tahukah kamu

Bel adalah nama lain dewa Marduk

Marduk adalah dewa utama Babel, dan kuilnya sangat megah. Nubuat ini menegaskan bahwa Tuhan lebih berkuasa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 51:44

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 51:44

✕  Sering dikira

Mengira Bel adalah tokoh nyata, bukan dewa.

✓  Yang sebenarnya

Bel adalah dewa kafir yang disembah di Babel.

✕  Sering dikira

Menganggap tembok roboh secara ajaib tanpa agen manusia.

✓  Yang sebenarnya

Allah memakai bangsa Media sebagai alat penghancur.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 51:44

Jangan menaruh kepercayaan pada hal-hal yang kita anggap kuat dan aman, karena itu bisa sia-sia. Hanya Tuhan yang layak menjadi sandaran hidup kita, bukan kekayaan atau kekuasaan.

Bapa, ajar aku untuk mengandalkan Engkau saja dan tidak menaruh harapan pada hal-hal duniawi. Amin.