Tangisan di pendakian Luhit

Yeremia 48:5

Ratapan atas Moab yang Hancur

PerikopMengenai Moab · Yeremia 48:1-47 →
“Sebab, di pendakian Luhit mereka mendaki sambil terus-menerus menangis. Sebab, di jalan turunan Horonaim, mereka mendengar tangisan kesakitan atas kehancuran.”

Yeremia 48:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 48:5?

Pendakian Luhit dan turunan Horonaim menjadi tempat tangisan yang terus-menerus. Ini menggambarkan kepedihan dan penyesalan yang mendalam atas kehancuran yang terjadi. Moab menyadari betapa dahsyatnya hukuman yang mereka terima, tetapi terlambat untuk menghindarinya.

Latar belakang

Pengungsi menangis di jalan

Orang-orang Moab melarikan diri melalui jalan pendakian Luhit sambil menangis terus-menerus. Di jalan turunan Horonaim, mereka mendengar teriakan kesakitan karena kehancuran.

Di mana

Luhit

Jalan pendakian menuju kota Luhit

Kapan

~600 SM

Periode kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kehancuran Moab dimulai
Moab menjadi sunyi
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Yeremia

Teman setia yang mencatat perkataan TUHAN

P

Kepada

Pembaca Kitab Yeremia

Orang-orang yang merindukan keadilan TUHAN

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַעֲלֵה

ma'aleh · pendakian

berarti 'tanjakan' atau 'jalan naik'

בְּכִי

bekhi · terus-menerus

berarti 'tangisan' atau 'ratapan'

שֶׁבֶר

shever · kesakitan

berarti 'kehancuran' atau 'patah hati'

Kata-kata ini menggambarkan tangisan yang tidak henti-hentinya dan kehancuran yang dirasakan secara fisik, menunjukkan penderitaan yang mendalam.

Tahukah kamu

Lokasi Luhit dan Horonaim

Kedua tempat ini berada di daerah pegunungan Moab, dan jalan-jalan ini dikenal sebagai rute pelarian.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 48:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 48:5

✕  Sering dikira

Mengira tangisan hanya karena takut, bukan karena dosa.

✓  Yang sebenarnya

Tangisan adalah ekspresi penyesalan yang terlambat akibat dosa.

✕  Sering dikira

Mengira rute pelarian ini aman.

✓  Yang sebenarnya

Bahkan di jalan pelarian, mereka mendengar teriakan kehancuran.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 48:5

Penyesalan selalu datang terlambat jika kita tidak mau mendengar peringatan. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk berbalik dari dosa dan mengikuti Tuhan. Jangan sampai kita menangis dan meratap di kemudian hari karena mengabaikan kasih karunia-Nya.

Bapa, berikan aku hati yang mau mendengar dan taat pada firman-Mu. Jangan biarkan aku menyesal di kemudian hari karena kekecewaan pada-Mu. Amin.