Pemimpin Perang Mendengar Kabar
Yeremia 40:7
Sisa Yehuda Berharap pada Gedalya
“Ketika semua kepala tentara dan anak buah mereka yang masih ada di ladang mendengar bahwa raja Babel telah menunjuk Gedalya, anak Ahikam, menjadi gubernur di negeri itu dan memercayakan kepadanya laki-laki, perempuan, dan anak-anak, serta orang-orang termiskin di negeri itu, yang tidak diangkut ke Babel,”Yeremia 40:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika semua panglima tentara, yang masih berada di luar kota dengan orang-orangnya, mendengar bahwa raja Babel telah mengangkat Gedalya bin Ahikam bin Safan atas negeri itu dan bahwa kepadanya telah diserahkan pengawasan atas laki-laki, perempuan dan anak-anak, yaitu dari orang-orang lemah di negeri itu, yang tidak diangkut ke dalam pembuangan ke Babel,”Yeremia 40:7 · TB
Terjemahan Baru
“Raja Babel telah mengangkat Gedalya menjadi gubernur di Yehuda untuk memerintah atas semua orang yang masih tinggal di Yehuda, yaitu orang-orang yang paling miskin. Sebagian dari para perwira dan prajurit Yehuda yang tidak menyerah kepada Babel, mendengar tentang pengangkatan Gedalya itu.”Yeremia 40:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Now when all the captains of the forces which were in the fields, even they and their men, heard that the king of Babylon had made Gedaliah the son of Ahikam governor in the land, and had committed unto him men, and women, and children, and of the poor of the land, of them that were not carried away captive to Babylon;”Yeremia 40:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 40:7?
Ayat ini menunjukkan situasi setelah kejatuhan Yerusalem: para pemimpin militer Yehuda yang masih berada di luar kota mendengar bahwa raja Babel telah menunjuk Gedalya sebagai gubernur atas mereka yang tersisa, termasuk orang-orang miskin yang tidak dibuang. Ini adalah momen harapan dan awal pemulihan bagi sisa bangsa di bawah kepemimpinan baru.
Latar belakang
Para pemimpin bersembunyi mendengar kabar
Para kepala tentara Yehuda yang belum ditawan mendengar bahwa raja Babel menunjuk Gedalya sebagai gubernur. Mereka berkumpul di ladang, masih takut tetapi mulai melihat harapan.
Di mana
Yehuda (wilayah sekitar Mizpa)
Di ladang-ladang, ketika para pemimpin bersembunyi
Kapan
~586 SM
Pasca-penghancuran Yerusalem
Yang berbicara
Penulis Kitab Yeremia
Nabi yang setia meski ditolak, mencatat karya TUHAN
Kepada
Pembaca kitab (umat Allah)
Orang yang ingin mengerti karya TUHAN di tengah sejarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַע
shama · mendengar
mendengar dengan peka dan merespons
חַיִל
chayil · tentara
kekuatan militer atau kekayaan
פָּקַד
paqad · ditunjuk
mengangkat, memperhatikan, atau memeriksa
Kata paqad menunjukkan perhatian aktif TUHAN: Ia tidak lupa umat-Nya. Mendengar kabar baik adalah awal dari harapan baru.
Tahukah kamu
Sisa paling miskin
Raja Babel sengaja meninggalkan orang-orang termiskin untuk mengerjakan tanah, bukan orang kaya yang mungkin membangkang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 40:7
2 Raja-raja 25:22
Peristiwa paralel
“Raja Babel mengangkat Gedalya menjadi gubernur atas rakyat yang ditinggalkan.”
Mazmur 145:19
Tuhan mendengar
“Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia; Ia mendengar teriak mereka.”
Yesaya 42:9
Harapan baru
“Hal-hal yang dahulu telah diberitakan, sekarang aku beritakan hal-hal yang baru.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 40:7
✕ Sering dikira
Menganggap semua pemimpin itu jahat dan pengecut karena bersembunyi.
✓ Yang sebenarnya
Mereka takut akan pembalasan Babel, dan tindakan mereka adalah wajar setelah kekalahan.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa orang miskin ditinggalkan karena tidak berguna.
✓ Yang sebenarnya
Raja Babel memilih mereka untuk mengusahakan tanah, sehingga tetap berharga.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 40:7
Ketika kita berada dalam masa sulit, penting untuk mendengar kabar baik dan bersedia menerima pemimpin baru yang Tuhan izinkan. Ini mengingatkan kita untuk percaya bahwa Tuhan bisa memulihkan keadaan melalui cara yang tak terduga.
Tuhan, bukalah telinga kami untuk mendengar kabar baik dari-Mu dan beri kami kerendahan hati untuk menerima kepemimpinan yang Engkau izinkan. Amin.