Wanita yang terlantar
Yeremia 4:30
Kesombongan yang Sia-sia
PerikopBencana dari Utara · Yeremia 4:5-31 →“Dan kamu, hai yang dihancurkan, apa yang akan kamu lakukan? Walaupun kamu mengenakan pakaian merah, walaupun kamu mendandani diri dengan perhiasan-perhiasan emas, walaupun kamu merias matamu dengan celak, percuma saja kamu mempercantik dirimu sendiri. Kekasih-kekasihmu mencampakkanmu, mereka berusaha membunuhmu.”Yeremia 4:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan engkau, yang dimusnahkan, apakah yang hendak kaulakukan, mengapa engkau mengenakan pakaian kirmizi, menghiasi dirimu dengan perhiasan emas, memalit matamu dengan celak? Sia-sia engkau memperelok dirimu, pencinta- pencintamu menolak engkau, bahkan mereka ingin mencabut nyawamu.”Yeremia 4:30 · TB
Terjemahan Baru
“Hai Yerusalem, engkau telah ditinggalkan dan tak dapat berbuat apa-apa! Untuk apa memakai baju merah dan menghias diri dengan emas perak, serta memalit mata dengan celak? Percuma kau mempersolek dirimu, sebab para kekasihmu tak sudi lagi kepadamu, malah mereka mau mencabut nyawamu.”Yeremia 4:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And when thou art spoiled, what wilt thou do? Though thou clothest thyself with crimson, though thou deckest thee with ornaments of gold, though thou rentest thy face with painting, in vain shalt thou make thyself fair; thy lovers will despise thee, they will seek thy life.”Yeremia 4:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 4:30?
Yerusalem yang rusak masih berusaha memikat dengan perhiasan dan riasan, tetapi sia-sia karena kekasih-kekasihnya justru menginginkan nyawanya. Ini menggambarkan kesia-siaan mengandalkan cara dunia untuk menyelamatkan diri.
Latar belakang
Usaha mempercantik diri yang sia-sia
Yerusalem digambarkan sebagai wanita yang berdandan dengan pakaian merah, perhiasan emas, dan celak mata untuk menarik kekasih-kekasihnya (sekutu asing). Tetapi semua usaha itu sia-sia karena kekasih-kekasih tersebut kini mencari nyawanya, dan ia berteriak seperti perempuan melahirkan.
Di mana
Yerusalem
Alegori: kota dilihat sebagai wanita yang tertimpa musibah
Kapan
~600 SM
Akhir kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang mengamati kehancuran dengan empati, ~40 tahun.
Kepada
Yerusalem yang dilambangkan sebagai putri
Kota yang sombong namun kini dipermalukan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁוְא
shav · percuma
Sia-sia, kosong, tanpa hasil.
אֹהֵב
ohev · kekasih-kekasihmu
Orang yang mencintai, tetapi di sini bermakna sekutu politik (bukan romantis).
זָנַח
zanach · meninggalkanmu
Menolak, membuang, meremehkan.
Kata 'shav' (sia-sia) dan 'zanach' (membuang) mengungkapkan kekecewaan total terhadap aliansi duniawi; apa yang diandalkan akhirnya menghancurkan.
Tahukah kamu
Warna merah dan celak
Pakaian merah dan celak adalah kosmetik mewah zaman itu, sering dikaitkan dengan dewi cinta; penggunaan ini menyindir Yerusalem yang mengandalkan sekutu asing seperti dewi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 4:30
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 4:30
✕ Sering dikira
Mengartikan 'kekasih' sebagai pasangan romantis secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Di sini 'kekasih' adalah metafora untuk kerajaan asing yang diandalkan Yehuda, bukan hubungan pribadi.
✕ Sering dikira
Menganggap dandanan itu penyebab kehancuran.
✓ Yang sebenarnya
Dandanan adalah gambaran keandalan diri pada hal-hal duniawi, bukan masalah kosmetik; akar masalahnya adalah ketidakpercayaan kepada Allah.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 4:30
Seringkali kita mencoba memperbaiki diri dengan cara yang salah—mencari keamanan dalam hal-hal duniawi. Tetapi hanya pertobatan sejati yang dapat menyelamatkan kita dari kehancuran.
Tuhan, jauhkan aku dari kesia-siaan mengandalkan dunia. Ajari aku untuk bersandar hanya pada-Mu. Amin.