Ratapan Putri Sion
Yeremia 4:31
Peringatan akan Bencana dari Utara
“Sebab, Aku mendengar suara tangisan seperti seorang perempuan melahirkan, jeritan seperti seorang perempuan yang melahirkan anak pertamanya, jeritan Putri Sion, yang terengah-engah, merentangkan kedua tangannya, dan berkata, “Oh, celakalah aku! Aku tidak berdaya di hadapan para pembunuh!””Yeremia 4:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab aku mendengar suara seperti suara perempuan bersalin, suara orang kesesakan seperti suara ibu yang melahirkan anak pertama, suara puteri Sion yang mengap-mengap, yang Yeremia 5.1–5 23 merentang-rentangkan tangannya: "Celakalah aku, sebab aku binasa di depan para pembunuh!"”Yeremia 4:31 · TB
Terjemahan Baru
“Aku mendengar suara rintihan seperti wanita yang mau melahirkan; seperti wanita muda melahirkan anaknya yang pertama, begitulah tangis Yerusalem yang sesak napasnya. Tangannya menggapai dan ia mengeluh, "Celakalah aku--aku hendak dibunuh musuh!"”Yeremia 4:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For I have heard a voice as of a woman in travail, and the anguish as of her that bringeth forth her first child, the voice of the daughter of Zion, that bewaileth herself, that spreadeth her hands, saying, Woe is me now! for my soul is wearied because of murderers.”Yeremia 4:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 4:31?
Yeremia 4:31 menggambarkan penderitaan dan keputusasaan Putri Sion (Yerusalem) yang diibaratkan seperti perempuan yang melahirkan, menjerit kesakitan, dan merentangkan tangannya meminta tolong. Ini menunjukkan bahwa hukuman yang dijatuhkan Allah sangat berat, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka dari kehancuran yang disebabkan oleh dosa mereka.
Latar belakang
Putri Sion Berteriak
Yeremia mendengar jeritan Putri Sion (kota Yerusalem) seperti perempuan yang melahirkan. Kota itu terengah-engah, merentangkan tangan, dan mengaku tak berdaya di depan para pembunuh. Ini menggambarkan keputusasaan total saat Babel menyerang.
Di mana
Yerusalem
Di tengah kota, saat mendengar kabar pengepungan
Kapan
~586 SM
Menjelang kejatuhan Yerusalem
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang menangis bagi umatnya, hidup ~627–580 SM
Kepada
Pembaca/umat Yehuda
Umat yang akan mengalami penghancuran Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קוֹל
qol · suara
suara atau bunyi yang didengar
שָׁאַף
sha'af · terengah-engah
menghirup dengan cepat, terengah, atau merindukan
אוֹי
oy · celakalah
seruan duka, 'Oh!' atau 'Celaka!'
Ketiga kata ini membentuk gambaran keputusasaan: suara qol yang menjadi seruan, sha'af yang menunjukkan napas tersengal karena ketakutan, dan oy yang merupakan ratapan murni. Ini mengajak kita merasakan sakit yang mendalam ketika umat Allah menuai akibat dosa.
Tahukah kamu
Istilah 'Putri Sion'
Dalam Alkitab, 'Putri Sion' adalah personifikasi Yerusalem sebagai anak perempuan. Di sini, jeritannya seperti perempuan melahirkan—gambaran yang sangat kuat dan sering dipakai nabi untuk menunjukkan sakit yang tak tertahankan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 4:31
Yesaya 66:7
Metafora melahirkan
“Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin...”
Yeremia 6:24
Kesesakan yang sama
“Kami mendengar kabar tentang dia, tangan kami menjadi lemas; kesesakan telah menimpa kami, sakit seperti perempuan yang melahirkan.”
Ratapan 1:1
Ratapan Yeremia
“Ah, betapa sunyi sekarang kota yang dahulu begitu ramai!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 4:31
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang penderitaan fisik, bukan spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Jeritan ini adalah simbol penderitaan batin dan penghukuman Allah atas dosa, bukan hanya sekadar kesakitan fisik.
✕ Sering dikira
Putri Sion adalah sosok perempuan tertentu, bukan kota.
✓ Yang sebenarnya
Putri Sion adalah personifikasi Yerusalem, bukan individu nyata.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 4:31
Ayat ini mengingatkan kita bahwa dosa yang terus-menerus tanpa pertobatan akan membawa pada kehancuran dan keputusasaan. Saat kita merasa 'putus asa' karena akibat dosa, mari kita datang kepada Tuhan dengan rendah hati, karena Dia masih memberi kesempatan untuk berbalik sebelum terlambat.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari jalan yang membawa pada kehancuran; ajarilah aku untuk segera bertobat dan berlindung pada-Mu sebelum terlambat. Amin.