Para pengepung datang dari negeri jauh
Yeremia 4:16
Panggilan untuk Bertobat dan Peringatan akan Penghakiman
PerikopBencana dari Utara · Yeremia 4:5-31 →““Beritakanlah itu kepada bangsa-bangsa, serukanlah kepada Yerusalem. ‘Para pengepung datang dari negeri yang jauh dan mengangkat suara mereka terhadap kota-kota Yehuda.”Yeremia 4:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Peringatkanlah kepada bangsa- bangsa: Sungguh ia datang! Kabarkanlah di Yerusalem: "Pengepung datang dari negeri yang jauh, memperdengarkan suaranya terhadap kota-kota Yehuda.”Yeremia 4:16 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka memperingatkan bangsa-bangsa dan memberitahukan kepada penduduk Yerusalem bahwa musuh sedang datang dari negeri yang jauh. Mereka akan meneriakkan pekik peperangan terhadap kota-kota Yehuda”Yeremia 4:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Make ye mention to the nations; behold, publish against Jerusalem, that watchers come from a far country, and give out their voice against the cities of Judah.”Yeremia 4:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 4:16?
Tuhan memerintahkan untuk memberitahukan kepada bangsa-bangsa tentang pengepung yang datang dari jauh. Ini adalah pengumuman resmi bahwa pengepungan Yerusalem akan terjadi. Musuh-musuh akan menyerang kota-kota Yehuda dengan teriakan perang. Ini menegaskan bahwa hukuman adalah nyata dan akan dilaksanakan sebagai akibat dari pemberontakan mereka terhadap Tuhan.
Latar belakang
Pengepungan yang Diumumkan
TUHAN memerintahkan untuk mengumumkan kepada bangsa-bangsa dan berteriak kepada Yerusalem bahwa pengepung dari negeri jauh akan datang. Mereka telah mengangkat suara melawan kota-kota Yehuda sebagai bentuk hukuman ilahi.
Di mana
Yerusalem
Nubuat yang disampaikan secara publik di kota Yerusalem
Kapan
~600 SM
Periode pra-pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yeremia
Kepada
Bangsa-bangsa dan Yerusalem
Bangsa-bangsa sekitar dan penduduk Yehuda
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צֹרְרִים
tsorerim · pengepung
orang-orang yang mengepung, musuh yang mengepung kota
אֶרֶץ מֶרְחָק
erets merchaq · negeri jauh
negeri yang jauh, mengindikasikan ancaman dari tempat yang tidak terduga
נָתְנוּ קוֹל
natnu qol · mengangkat suara
memberi suara, berbicara dengan keras, atau memberikan perintah perang
Ketiga kata ini menekankan bahwa musuh yang mengancam bukanlah sembarang musuh, tetapi yang terorganisir dan datang dari jauh, dengan suara yang menggelegar mengumumkan kehancuran, sebagai alat penghakiman Allah.
Tahukah kamu
Pengepungan Babel
Pengepungan yang dimaksud adalah invasi Babel, yang benar-benar terjadi sekitar tahun 597 SM dan 586 SM, menghancurkan Yerusalem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 4:16
Habakuk 1:6
invasi Babel
“Sesungguhnya, Aku membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang itu, yang melintasi tanah yang luas untuk menduduki tempat-tempat yang bukan kepunyaan mereka.”
Yehezkiel 21:22
pengepungan Yerusalem
“Di tangannya ada tenung untuk melawan Yerusalem: menaruh alat pendobrak, membuka mulut untuk membunuh, mengangkat suara dengan sorak-sorai, menempatkan alat pendobrak melawan pintu-pintu gerbang.”
Ulangan 28:49
bangsa dari jauh
“TUHAN akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, dari ujung bumi, seperti rajawali yang menyambar, suatu bangsa yang tidak akan kamu mengerti bahasanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 4:16
✕ Sering dikira
Mengira 'bangsa-bangsa' di sini adalah pendengar langsung yang akan diserang, padahal ini adalah perintah untuk memberitakan kepada mereka tentang kehancuran Yehuda.
✓ Yang sebenarnya
TUHAN memerintahkan agar berita ini disiarkan kepada bangsa-bangsa sebagai peringatan, bukan berarti mereka yang menjadi sasaran pengepungan.
✕ Sering dikira
Mengira pengepung adalah bangsa Asyur, padahal konteks historis menunjukkan Babel yang disebut sebagai 'dari negeri jauh'.
✓ Yang sebenarnya
Yeremia bernubuat tentang Babel, yang memang menjadi alat penghakiman Allah.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 4:16
Ketika kita memberontak terhadap kehendak Tuhan, kita membuka pintu bagi musuh untuk menyerang kehidupan kita. Mungkin musuh itu berupa kebiasaan buruk, hubungan yang merusak, atau stres yang tak terkendali. Sadari bahwa ketaatan kepada Tuhan adalah perlindungan sejati kita.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk tetap setia kepada-Mu agar aku tidak menjadi sasaran serangan musuh. Amin.