Kemurtadan di bukit dan pohon
Yeremia 3:6
Pelajaran dari kemurtadan Israel
“TUHAN berkata kepadaku pada masa Raja Yosia, “Apakah kamu sudah melihat kemurtadan yang telah dilakukan Israel? Ia naik ke setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon hijau, dan melacur di sana.”Yeremia 3:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: "Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, Yeremia 3.7–11 13 perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana?”Yeremia 3:6 · TB
Terjemahan Baru
“Pada masa pemerintahan Raja Yosia, TUHAN berkata begini kepadaku, "Sudahkah kaulihat apa yang dilakukan Israel, wanita yang tidak setia itu? Ia meninggalkan Aku dan melakukan pelacuran di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rindang.”Yeremia 3:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“The LORD said also unto me in the days of Josiah the king, Hast thou seen that which backsliding Israel hath done? she is gone up upon every high mountain and under every green tree, and there hath played the harlot.”Yeremia 3:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 3:6?
Tuhan berbicara kepada Yeremia tentang kemurtadan Israel, yang menyembah berhala di setiap bukit tinggi dan pohon hijau. Ini terjadi pada zaman Raja Yosia, yang sedang mengadakan pembaharuan rohani. Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya dosa Israel—mereka dengan sengaja melakukan pelacuran rohani.
Latar belakang
Bukti kemurtadan Israel
Tuhan menyebut kemurtadan Israel yang beribadah di bukit-bukit dan pohon-pohon hijau. Ini adalah penjelasan bahwa Israel (kerajaan utara) sudah terbukti tidak setia, dan Yehuda melihatnya namun tetap meniru perbuatan kakaknya.
Di mana
Yerusalem
Dalam konteks pelayanan Yeremia di masa Yosia
Kapan
~620 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Tuhan (firman TUHAN)
Allah yang menyingkapkan sejarah kemurtadan umat
Kepada
Yeremia
Nabi yang dipanggil untuk menyampaikan firman TUHAN
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מְשֻׁבָה
meshuvah · kemurtadan
pemberontakan atau kemurtadan, tindakan berpaling dari Allah
גָּבֹהַּ
gavoah · tinggi
tinggi, merujuk pada bukit-bukit tempat ibadah kafir
רַעֲנָן
ra'anan · hijau
hijau, segar; pohon yang rimbun sebagai tempat pemujaan
Kombinasi kata-kata ini menggambarkan tempat pemujaan berhala yang dianggap sakral oleh bangsa-bangsa kafir. Israel memilih tempat-tempat ini alih-alih Bait Allah, menunjukkan betapa dalam kemurtadan mereka.
Tahukah kamu
Raja Yosia adalah raja yang saleh
Yosia adalah salah satu raja Yehuda yang paling setia kepada TUHAN, dan ia memulai reformasi besar-besaran. Namun, kemurtadan Israel sudah terjadi sebelum zamannya, dan Yeremia menyampaikan nubuat ini untuk memperingatkan Yehuda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 3:6
Ulangan 12:2
Larangan bukit tinggi
“Akan kamu hancurkan segala tempat di mana bangsa-bangsa yang kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, di atas gunung yang tinggi.”
1 Raja-raja 14:23
Kebiasaan ibadah bukit
“Mereka juga mendirikan bukit-bukit pengorbanan, tugu-tugu berhala, dan tiang-tiang Asyera di atas setiap bukit yang tinggi.”
Yeremia 2:20
Pelacuran di bukit
“Sebab pada setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan melacur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 3:6
✕ Sering dikira
Menganggap bukit dan pohon itu tempat yang kudus
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, bukit dan pohon justru melambangkan tempat ibadah berhala yang najis.
✕ Sering dikira
Mengira Yeremia melihat langsung kemurtadan itu
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menyatakan hal ini kepada Yeremia, mungkin melalui penglihatan atau pengetahuan ilahi, bukan karena Yeremia menyaksikan secara fisik.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 3:6
Israel menyembah berhala di tempat-tempat yang indah dan tinggi, menggantikan Tuhan. Kita juga bisa 'mendirikan' berhala di tempat yang tampak baik—seperti pelayanan, keluarga, atau kesuksesan—ketika kita menempatkannya di atas Tuhan. Sadarilah hal ini dan kembalikan Tuhan ke tempat tertinggi.
Tuhan, tunjukkan padaku berhala-berhala dalam hidupku. Aku mau Engkau menjadi yang terutama dalam segala hal. Mampukan aku untuk meninggalkan semuanya dan mengikut Engkau. Amin.