Mematahkan Kuk, Menjadi Pelacur
Yeremia 2:20
Akar Masalah: Meninggalkan Allah
““Karena dahulu kala, Aku mematahkan kuk dan melepaskan ikatanmu, tetapi kamu berkata, ‘Aku tidak akan menghamba!’ Sebab, di setiap bukit tinggi dan di bawah setiap pohon yang hijau kamu berbaring seperti seorang pelacur.”Yeremia 2:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu, telah memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: Aku tidak mau lagi diperbudak. Bahkan di atas setiap bukit yang menjulang dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan bersundal.”Yeremia 2:20 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata, "Sudah lama engkau tak mau mengabdi kepada-Ku; tak mau mentaati atau menyembah Aku. Di atas setiap bukit yang menjulang, dan di bawah setiap pohon yang rindang engkau menyembah dewa-dewa kesuburan.”Yeremia 2:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For of old time I have broken thy yoke, and burst thy bands; and thou saidst, I will not transgress; when upon every high hill and under every green tree thou wanderest, playing the harlot.”Yeremia 2:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 2:20?
Ayat ini menggambarkan Israel yang telah memberontak dan memilih untuk menyembah berhala. Mereka telah mematahkan kuk dan ikatan yang Tuhan berikan, tetapi kemudian dengan bebasnya berbaring di bawah pohon-pohon hijau sebagai pelacur, melambangkan penyembahan berhala yang mesum.
Latar belakang
Kebebasan yang Disalahgunakan
Allah mengingatkan bahwa Dia telah mematahkan kuk perbudakan Mesir, tetapi Israel menolak untuk melayani-Nya. Mereka memilih untuk menyembah dewa-dewa di bukit dan pohon hijau, seperti pelacur yang tidak setia.
Di mana
Yerusalem
Nubuat yang disampaikan di tanah Yehuda
Kapan
~600 SM
Zaman para nabi
Yang berbicara
Tuhan
Allah yang telah melepaskan umat-Nya dari perbudakan
Kepada
Israel (kerajaan utara)
Umat yang telah diberi kebebasan tetapi menyalahgunakannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁבַר
shavar · mematahkan
meremukkan atau menghancurkan
עֹל
ol · kuk
kuk atau belenggu
זָנָה
zanah · pelacur
melakukan percabulan, berzinah
Kata-kata ini menunjukkan paradoks: Allah mematahkan kuk perbudakan, tetapi Israel malah mengikat diri dengan penyembahan berhala, yang merupakan perzinahan rohani.
Tahukah kamu
Metafora Perzinahan
Dalam Alkitab, penyembahan berhala sering digambarkan sebagai perzinahan rohani. Istilah 'pelacur' di sini menekankan ketidaksetiaan Israel kepada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 2:20
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 2:20
✕ Sering dikira
Memahami 'Aku tidak akan menghamba' sebagai keinginan untuk bebas dari Allah
✓ Yang sebenarnya
Israel menolak pelayanan kepada Allah, bukan hanya perbudakan fisik.
✕ Sering dikira
Menganggap ibadah di bukit dan pohon hijau adalah bentuk penyembahan yang dapat diterima
✓ Yang sebenarnya
Allah menolak praktik penyembahan yang dicampur dengan penyembahan berhala.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 2:20
Kita mungkin merasa bebas ketika melepaskan 'kuk' Tuhan, tetapi kebebasan itu bisa membawa kita pada perbudakan dosa. Apakah kita sedang mengejar kepuasan di tempat yang salah, seperti 'berbaring di bawah pohon hijau'?
Ya Tuhan, lepaskan aku dari ikatan dosa dan berilah aku keberanian untuk taat kepada-Mu, bukan mengejar kesenangan sesaat yang menjauhkan aku dari-Mu. Amin.