Aib yang Menyelimuti
Yeremia 3:25
Panggilan untuk Kembali
“Marilah kita berbaring dalam rasa malu kita, dan biarlah aib kita menyelimuti kita karena kita telah berdosa terhadap TUHAN, Allah kita, kita dan nenek moyang kita, sejak masa muda sampai hari ini kita tidak menaati suara TUHAN, Allah kita.””Yeremia 3:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka biarlah kita berbaring dengan perasaan malu, dan biarlah noda kita menyelimuti kita, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN, Allah kita, yakni kita dan nenek moyang kita dari masa muda kita sampai hari ini; dan kita tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kita."”Yeremia 3:25 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, biarlah kami menanggung malu, dan biarlah kami menjadi hina. Sebab, kami dan leluhur kami telah berdosa kepada TUHAN Allah kami, dan tak pernah taat kepada perintah-perintah-Nya."”Yeremia 3:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“We lie down in our shame, and our confusion covereth us: for we have sinned against the LORD our God, we and our fathers, from our youth even unto this day, and have not obeyed the voice of the LORD our God.”Yeremia 3:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 3:25?
Ayat ini mengungkapkan pengakuan dosa umat Israel: mereka dan nenek moyang mereka telah berdosa terhadap TUHAN sejak muda dan tidak menaati suara-Nya. Mereka sadar bahwa aib dan rasa malu adalah akibat yang pantas, karena mereka telah meninggalkan Allah. Ini adalah seruan pertobatan yang jujur dan rendah hati, mengakui kesalahan tanpa membela diri.
Latar belakang
Pengakuan Dosa dan Rasa Malu
Umat Israel menyadari kesalahan mereka dan mengakui bahwa mereka telah berdosa terhadap TUHAN sejak masa muda. Mereka merasa malu dan ingin berbaring dalam rasa malu, membiarkan aib menyelimuti mereka sebagai tanda penyesalan.
Di mana
Yerusalem
Di tengah ratapan, mungkin di bait suci
Kapan
~600 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Umat Israel
Orang-orang Israel yang mengaku dosa, ~600 SM
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang setia dan penuh kasih
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁכַב
shakhav · berbaring
Berbaring, tidur, atau beristirahat, sering digunakan untuk hubungan seksual atau kematian.
כְּלִמָּה
kelimah · aib
Rasa malu, penghinaan, atau tindakan yang memalukan.
שָׁמַע
shama · menaati
Mendengar, memperhatikan, dan patuh.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan menyebabkan rasa malu yang dalam, dan pengakuan dosa adalah langkah pertama menuju pemulihan. 'Berbaring' mengisyaratkan kerendahan hati yang total.
Tahukah kamu
Rasa Malu sebagai Tanda Pertobatan
Dalam budaya Timur Dekat kuno, merobek pakaian dan berbaring dalam abu adalah ekspresi penyesalan yang umum, tetapi di sini rasa malu dipersonifikasikan sebagai selimut yang menutupi mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 3:25
Ezra 9:6
Rasa malu atas dosa
“Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena kesalahan kami telah menumpuk di atas kepala kami dan dosa kami telah naik ke langit.”
Daniel 9:8
Pengakuan dosa bersama
“Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, dan nenek moyang kami patut mendapat malu, sebab kami telah berdosa kepada-Mu.”
Mazmur 51:3
Permohonan ampun
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 3:25
✕ Sering dikira
Berbaring dalam rasa muka berarti tetap dalam keadaan terpuruk tanpa harapan.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah simbol pertobatan yang rendah hati, bukan keputusasaan; mereka mengaku dosa agar bisa dipulihkan.
✕ Sering dikira
Mereka menyalahkan nenek moyang mereka atas dosa mereka sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Mereka mengakui bahwa mereka dan nenek moyang mereka sama-sama berdosa, tetapi mereka juga ikut bertanggung jawab.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 3:25
Mengakui kesalahan secara jujur itu sulit, tetapi penting. Kita bisa belajar dari Israel untuk tidak menyalahkan orang lain, tetapi mengakui dosa kita sendiri dan generasi sebelumnya. Pertobatan sejati dimulai dengan kejujuran di hadapan Allah.
Ya Tuhan, aku mengaku dosaku dan dosa nenek moyangku; ampunilah aku karena tidak menaati suara-Mu, dan pulihkanlah aku dengan kasih-Mu. Amin.