Pemandangan di tempat tinggi yang tandus
Yeremia 3:2
Tuhan Menunjukkan Bukti Pelacuran Israel
PerikopPertobatan kepada TUHAN · Yeremia 3:1-5 →““Arahkanlah pandanganmu ke tempat-tempat tinggi yang tandus, dan lihatlah. Di manakah kamu belum pernah dicabuli? Di pinggir-pinggir jalan kamu telah duduk menanti mereka, seperti seorang Arab di padang gurun. Kamu telah mencemari negeri itu dengan pelacuranmu dan dengan kejahatanmu.”Yeremia 3:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu.”Yeremia 3:2 · TB
Terjemahan Baru
“Coba lihat ke atas, ke puncak-puncak bukit! Tempat manakah yang belum pernah kaudatangi untuk melacur? Seperti orang Arab di padang gurun, demikian engkau duduk di pinggir jalan menantikan orang yang mau bermain cinta. Engkau menajiskan negeri ini dengan perzinahan dan kejahatanmu.”Yeremia 3:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lift up thine eyes unto the high places, and see where thou hast not been lien with. In the ways hast thou sat for them, as the Arabian in the wilderness; and thou hast polluted the land with thy whoredoms and with thy wickedness.”Yeremia 3:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 3:2?
Tuhan menggambarkan Israel seperti pelacur yang menunggu pelanggan di tempat-tempat tinggi dan di pinggir jalan. Ini adalah metafora untuk penyembahan berhala yang dilakukan Israel di bukit-bukit dan di bawah pohon-pohon hijau. Mereka aktif mencari allah-allah lain, meninggalkan Tuhan yang sejati, dan hal itu mencemari negeri.
Latar belakang
Bukti di tempat-tempat tinggi
Tuhan menyuruh Israel melihat 'tempat-tempat tinggi yang tandus' — bukit-bukit yang dipakai untuk penyembahan berhala. Di sana mereka telah 'melacur' secara rohani, seperti orang berdosa yang menunggu pelanggan di jalan. Akibatnya, tanah tercemar dan hujan ditahan, sehingga terjadi kekeringan.
Di mana
Yerusalem
Tidak disebutkan, mungkin di bait atau rumah nabi
Kapan
~627 SM
Zaman Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yeremia
Kepada
Israel/Yehuda
Bangsa yang telah menyembah berhala di bukit-bukit
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁפָה
shafah · tempat tinggi
tempat tinggi, bukit berhala
שָׁגַל
shagal · dicabuli
berhubungan seksual (di sini: penyembahan berhala)
רָעָה
ra'ah · kejahatan
kejahatan, kebejatan
Kata 'dicabuli' (shagal) sangat kasar dan eksplisit, menunjukkan betapa seriusnya dosa Israel di mata Tuhan. Dosa mereka bukan sekadar kesalahan kecil, tetapi perbuatan yang mencemari negeri.
Tahukah kamu
Arab di padang gurun
Orang Arab di zaman itu dikenal sebagai pedagang atau perampok yang suka menghadang kafilah di tengah padang pasir. Perumpamaan ini menggambarkan Israel yang menunggu dengan tidak sabar untuk beribadah kepada dewa-dewa lain, seperti orang yang menunggu mangsa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 3:2
Ulangan 12:2
bukit tinggi
“Kamu harus memusnahkan segala tempat di mana bangsa-bangsa yang kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, di atas gunung yang tinggi, di atas bukit, dan di bawah setiap pohon yang rimbun.”
Yesaya 57:7
bukit berhala
“Di atas gunung yang tinggi dan menjulang engkau menyiapkan tempat tidurmu, ke sana engkau naik untuk mempersembahkan korban.”
Yeremia 2:20
penyembahan berhala
“Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu dan memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: 'Aku tidak mau melayani Engkau.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 3:2
✕ Sering dikira
Tuhan mengutuk tempat-tempat tinggi secara khusus, padahal yang salah adalah penyembahan berhala di sana, bukan tempatnya.
✓ Yang sebenarnya
Tempat-tempat tinggi pada awalnya digunakan untuk beribadah kepada Tuhan, tetapi kemudian dipakai untuk dewa-dewa asing.
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa semua ibadah di bukit itu salah.
✓ Yang sebenarnya
Yang ditekankan adalah kemunafikan dan ketidaksetiaan, bukan sekadar lokasi.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 3:2
Kita mungkin tidak menyembah berhala dari kayu atau batu, tetapi kita bisa 'menunggu' di tempat yang salah—entah itu karier, harta, atau hubungan yang kita jadikan sumber kepuasan. Sadarilah apa yang sedang kita cari, dan kembalilah kepada Tuhan yang adalah sumber hidup.
Tuhan, ampuniku karena sering mencari kepuasan di luar Engkau. Tarik hatiku kembali kepada-Mu, dan jadikan Engkau satu-satunya yang kucari. Amin.