Panggilan Kembali ke TUHAN
Yeremia 3:13
TUHAN Mengundang Israel Kembali
PerikopKetidaksetiaan Israel · Yeremia 3:6-25 →“Hanya saja, akuilah kesalahanmu, bahwa kamu telah memberontak terhadap TUHAN, Allahmu, dan mengumbar kesenanganmu di antara orang-orang asing di bawah setiap pohon hijau, dan kamu tidak mematuhi perintah-Ku,’” firman TUHAN.”Yeremia 3:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."”Yeremia 3:13 · TB
Terjemahan Baru
“Akuilah saja bahwa engkau bersalah dan telah memberontak terhadap TUHAN, Allahmu. Akuilah bahwa di bawah setiap pohon yang rindang engkau telah mencurahkan cintamu kepada ilah-ilah bangsa lain, dan tidak mentaati perintah-perintah-Ku. Aku, TUHAN telah berbicara."”Yeremia 3:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Only acknowledge thine iniquity, that thou hast transgressed against the LORD thy God, and hast scattered thy ways to the strangers under every green tree, and ye have not obeyed my voice, saith the LORD.”Yeremia 3:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 3:13?
Ayat ini mengajak kita untuk mengakui kesalahan kita di hadapan Allah. Kita sering memberontak dan mengejar kesenangan duniawi, tetapi Allah memanggil kita untuk mengakui dosa dengan jujur dan bertobat.
Latar belakang
Akui Kesalahanmu
TUHAN memanggil Israel yang tidak setia untuk kembali, tetapi dengan syarat mereka mengakui kesalahan mereka. Mereka telah memberontak dan menyembah berhala di bawah pohon-pohon hijau, tidak mematuhi perintah-Nya.
Di mana
Yerusalem
Periode pemerintahan Raja Yosia, di kota
Kapan
~627 SM
Zaman Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, penuh belas kasihan, berbicara langsung melalui Yeremia.
Kepada
Israel yang Tidak Setia
Bangsa utara yang telah menyembah berhala dan melupakan TUHAN.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָדַע
yada · akui
mengenal, mengakui, mengetahui secara intim dan benar
מָרַד
marad · memberontak
memberontak, menentang otoritas, tidak taat
שָׁמַע
shama · memperhatikan
mendengar, mendengarkan, menaati
Ketiga kata ini membentuk inti dari hubungan yang rusak: mengenal Allah secara intim (yada) seharusnya menghasilkan ketaatan (shama) kepada-Nya, tetapi sebaliknya, mereka memberontak (marad). Pertobatan sejati dimulai dengan mengakui kesalahan kita di hadapan Allah yang kita kenal.
Tahukah kamu
Pohon Hijau: Tempat Ibadah Kafir?
Di zaman kuno, pohon besar sering dihubungkan dengan tempat pemujaan dewa-dewi karena memberikan naungan yang menyenangkan. Israel meniru praktik kafir dengan menyembah di bawah 'setiap pohon hijau', menunjukkan betapa dalamnya penyimpangan mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 3:13
1 Yohanes 1:9
Pengakuan dosa
“Jika kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil untuk mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
Amsal 28:13
Akui dan tinggalkan
“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”
Mazmur 51:3
Daud akui dosa
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 3:13
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa keselamatan tergantung pada pengakuan dosa kita sendiri dan bukan pada anugerah Allah.
✓ Yang sebenarnya
Pengakuan dosa adalah respons terhadap kasih Allah yang sudah mendahului, bukan syarat untuk mendapatkan kasih-Nya. Allah justru memanggil mereka terlebih dahulu untuk kembali, dan mengakui dosa adalah cara untuk menerima pengampunan.
✕ Sering dikira
Kata 'mengumbar kesenangan' hanya berarti kesenangan seksual, seperti pelacuran fisik.
✓ Yang sebenarnya
Pelacuran di sini adalah metafora untuk penyembahan berhala dan ketidaksetiaan rohani. Kesalahan mereka adalah mencari kepuasan di luar Allah, bukan hanya soal seksualitas.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 3:13
Akui kesalahanmu secara spesifik hari ini, baik kepada Allah maupun kepada orang yang pernah kamu sakiti. Jangan menyembunyikan atau membenarkan dosa, karena kejujuran adalah langkah pertama menuju pemulihan.
Tuhan, aku mengakui pemberontakanku dan memohon ampun, ubah hatiku untuk taat kepada-Mu. Amin.