Amin yang Ironis

Yeremia 28:5

Response Terhadap Nubuat Palsu

PerikopNabi Palsu Hananya · Yeremia 28:1-17 →
“Kemudian, Nabi Yeremia berkata kepada Nabi Hananya di hadapan para imam dan di hadapan semua orang yang berdiri di rumah TUHAN,”

Yeremia 28:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 28:5?

Menanggapi nubuat Hananya, Yeremia menyampaikan tanggapannya di depan para imam dan seluruh rakyat yang hadir di bait suci, menunjukkan bahwa ia tidak tinggal diam terhadap ajaran sesat yang disampaikan di hadapan umum.

Latar belakang

Persetujuan yang Sarkastis

Yeremia mengucapkan 'Amin' secara harfiah, tetapi ini adalah ironi. Ia berharap kata-kata Hananya menjadi kenyataan, tetapi ia tahu itu tidak akan terjadi, sehingga ini justru menegaskan bahwa Hananya mengucapkan pesan yang tidak berasal dari Allah.

Di mana

Yerusalem

Di rumah TUHAN

Kapan

~594 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nubuat Hananya tentang 2 tahun
Kuk kayu dipatahkan
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi Tuhan yang setia, dari Anatot

H

Kepada

Hananya

Nabi palsu dari Gibeon

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָמֵן

amen · Amin

sesungguhnya, biarlah demikian

אָמַר

amar · berkata

berbicara, mengatakan

נָבָא

nava · nubuatkan

bernubuat, menyampaikan pesan ilahi

Amin adalah respons liturgis; tetapi di sini, kata itu menusuk karena Yeremia sebenarnya tidak setuju. Ini menunjukkan bahwa persetujuan verbal tidak berarti kebenaran.

Tahukah kamu

Arti 'Amin'

'Amin' berarti 'sesungguhnya' atau 'biarlah demikian,' tetapi Yeremia menggunakannya dengan nada yang tidak sepenuhnya tulus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 28:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 28:5

✕  Sering dikira

Yeremia asli setuju dengan Hananya.

✓  Yang sebenarnya

Yeremia menggunakan ironi; ia tidak setuju, tetapi mengucapkan harapan.

✕  Sering dikira

Amin berarti 'ya' biasa.

✓  Yang sebenarnya

Amin adalah pernyataan iman; di sini dipakai untuk menguji.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 28:5

Ketika seseorang keliru dalam mengajar, kita perlu menegur dengan bijak, terutama jika kesalahan itu dapat menyesatkan banyak orang. Namun, teguran harus dilakukan dengan sikap hormat dan didasarkan pada Firman Tuhan.

Bapa, berikanlah aku keberanian dan kebijaksanaan untuk menegur sesama yang keliru, serta hati yang rendah hati saat menerima teguran. Amin.