Utusan yang Terus-menerus

Yeremia 26:5

Yeremia Dihadang di Rumah TUHAN

untuk mendengarkan firman dari hamba-hamba-Ku, para nabi, yang Aku utus kepadamu terus-menerus, tetapi kamu tidak mau mendengarkan,

Yeremia 26:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 26:5?

Allah menyebutkan bahwa Dia telah mengutus nabi-nabi-Nya terus-menerus, tetapi umat tidak mau mendengarkan. Ini menunjukkan kesabaran Allah dan sekaligus keras kepala umat yang menolak peringatan.

Latar belakang

Para Nabi yang Diutus Berulang

TUHAN menegaskan bahwa Ia telah berulang kali mengutus para nabi, tetapi umat tidak mau mendengarkan. Ini menunjukkan kesabaran Allah sekaligus kesalahan Yehuda yang terus menolak peringatan.

Di mana

Yerusalem

Pelataran rumah TUHAN, siang hari

Kapan

~609 SM

Zaman para nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yosia wafat
Yoyakim bertahta
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, berfirman melalui Yeremia

O

Kepada

Orang Yehuda

Penduduk Yehuda yang datang beribadah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁמַע

shama · dengarkan

Mendengar dengan perhatian dan ketaatan.

עֶבֶד

eved · hamba-hamba

Pelayan atau hamba; para nabi sebagai utusan Allah.

נָבִיא

navi · nabi

Juru bicara Allah yang menyampaikan firman-Nya.

Kata-kata ini menyoroti hubungan antara Allah dan utusan-Nya: nabi adalah hamba yang diutus, dan menolak mereka berarti menolak Allah sendiri.

Tahukah kamu

Nabi Sebelum Yeremia

Sebelum Yeremia, nabi-nabi seperti Yesaya, Amos, dan Mikha telah menyampaikan pesan serupa, tetapi Yehuda tetap keras kepala.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 26:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 26:5

✕  Sering dikira

Anggap nabi hanya peramal masa depan.

✓  Yang sebenarnya

Nabi terutama menyampaikan pesan Allah untuk pertobatan.

✕  Sering dikira

Pikir Allah mudah menyerah pada umat.

✓  Yang sebenarnya

Allah terus mengirim utusan, menunjukkan kesabaran yang besar.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 26:5

Jangan menjadi orang yang tuli terhadap panggilan Tuhan. Peringatan-Nya adalah bukti kasih, dan kita perlu merespon dengan cepat dan rendah hati.

Ampuni aku, Tuhan, karena sering mengabaikan peringatan-Mu. Bentuk hatiku agar peka dan responsif terhadap panggilan-Mu. Amin.