Yeremia menyerahkan diri

Yeremia 26:14

Nabi mempercayakan diri

Mengenai aku, lihatlah, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu.

Yeremia 26:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 26:14?

Yeremia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada para pemimpin dan rakyat. Ia tidak melawan atau lari, tetapi dengan tenang berkata bahwa mereka bebas melakukan apa pun yang mereka anggap benar terhadap dirinya, menunjukkan kepasrahan total kepada kehendak Tuhan.

Latar belakang

Menyerahkan Nasib

Yeremia tidak melawan atau melarikan diri. Ia menyerahkan dirinya ke dalam tangan para pemimpin, tetapi dengan tegas mengingatkan bahwa mereka harus bertindak adil.

Di mana

Yerusalem

Pelataran Bait Allah

Kapan

~609 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Para imam menuntut mati
Para pejabat membela
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang teguh, tanpa kompromi

P

Kepada

Para pejabat dan rakyat

Orang banyak yang mendengarkan di bait Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֲנִי

ani · aku

Aku (penekanan pada diri sendiri)

יֶדְכֶם

yedkhem · tanganmu

Tangan kamu, kekuasaan kamu

טוֹב

tov · baik

Baik, benar, menyenangkan

Yeremia menegaskan keberadaan dirinya (aku) dan menempatkan dirinya di bawah otoritas mereka (tanganmu), sembari menyerukan keadilan (baik dan benar).

Tahukah kamu

Kata-kata Yesus

Frasa 'ke dalam tanganmu' mengingatkan pada doa Yesus di kayu salib: 'Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku' (Lukas 23:46).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 26:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 26:14

✕  Sering dikira

Menganggap Yeremia putus asa atau pasrah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah keberanian yang tenang dan kepatuhan kepada kehendak Tuhan.

✕  Sering dikira

Mengira 'baik dan benar' berarti menyenangkan manusia.

✓  Yang sebenarnya

Yang ia maksud adalah kebenaran menurut standar Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 26:14

Kadang kita dipanggil untuk memperjuangkan kebenaran tanpa jaminan hasil yang aman. Seperti Yeremia, kita bisa belajar untuk percaya bahwa Tuhan memegang kendali, bahkan saat kita berada di tengah situasi yang tidak pasti atau berbahaya.

Tuhan, ajari aku untuk mempercayakan hidupku sepenuhnya kepada-Mu, bahkan ketika aku harus menghadapi risiko demi kebenaran-Mu. Amin.