Ratapan Gembala yang Jatuh

Yeremia 25:34

Cawan Murka dan Penghakiman Bangsa-Bangsa

Merataplah kamu, hai para gembala, dan menangislah. Berguling-gulinglah di dalam abu, hai para pemimpin ternak. Sebab, hari-hari pembantaianmu dan pengusiranmu telah tiba, dan kamu akan jatuh seperti bejana pilihan.

Yeremia 25:34 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 25:34?

Para gembala dan pemimpin ternak diumpamakan sebagai pemimpin bangsa yang akan dihukum. Mereka diperintahkan untuk meratap dan berguling-guling dalam abu sebagai tanda penyesalan, karena hari pembantaian dan pengusiran mereka telah tiba, menggambarkan kehancuran total.

Latar belakang

Seruan Ratapan

Yeremia memanggil para gembala (pemimpin) untuk meratap dan berguling dalam abu tanda duka. Hari pembantaian dan pengusiran telah tiba, mereka akan jatuh seperti bejana yang berharga yang pecah.

Di mana

Yerusalem

Konteks penghakiman atas bangsa-bangsa, mungkin di kota

Kapan

~605 SM

Perjanjian Lama, masa kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yeremia bernubuat
Babel menghancurkan Yehuda
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang setia, ~60 tahun, dipanggil Tuhan sejak muda

P

Kepada

Para gembala dan pemimpin

Pemimpin bangsa-bangsa yang akan dihukum

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ילל

yālal · Merataplah

melolong atau meratap keras, seperti ratapan kematian

רעה

rō‘eh · Gembala

pemimpin atau raja metaforis

נפל

nāfal · Jatuh

roboh, dikalahkan

Ketiga kata ini menekankan kegentingan: pemimpin yang dianggap kuat ternyata rapuh, dan ratapan mereka tidak berguna jika tidak bertobat.

Tahukah kamu

Bejana pilihan

Dalam budaya kuno, bejana pilihan adalah tembikar berkualitas tinggi; jika pecah, tidak bisa diperbaiki, hanya dibuang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 25:34

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 25:34

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang gembala domba sungguhan.

✓  Yang sebenarnya

Gembala di sini adalah metafora untuk para pemimpin, terutama raja dan pejabat.

✕  Sering dikira

Ratapan ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak peduli pada pemimpin yang jatuh.

✓  Yang sebenarnya

Ratapan justru menunjukkan keseriusan hukuman dan panggilan untuk bertobat.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 25:34

Para pemimpin pun tidak luput dari tanggung jawab. Kita yang dipimpin juga harus mendoakan pemimpin kita agar menjalankan tugas dengan benar, dan kita sendiri harus rendah hati mau dikoreksi Tuhan.

Tuhan, berikanlah hikmat kepada para pemimpin kami, dan tolong kami untuk bertanggung jawab dalam setiap kepemimpinan yang Engkau percayakan. Amin.