Raungan TUHAN dari Tempat Maha Tinggi
Yeremia 25:30
Piala Murka dan Penghakiman
““Karena itu, kamu harus menubuatkan semua firman ini terhadap mereka, dan berkata kepada mereka, ‘TUHAN akan mengaum dari tempat tinggi, memperdengarkan suara-Nya dari kediaman-Nya yang suci. Dia akan mengaum dengan keras terhadap jemaat-Nya. Dia akan berseru, seperti mereka yang menginjak-injak buah-buah anggur, terhadap semua penduduk bumi.”Yeremia 25:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik- pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi.”Yeremia 25:30 · TB
Terjemahan Baru
“Semua yang Kukatakan kepadamu, hai Yeremia, haruslah kausampaikan. Katakanlah kepada mereka, 'Suara TUHAN menggelegar dari surga; dari kediaman-Nya yang suci Ia menggemuruh melawan umat-Nya. Seluruh penduduk bumi mendengar Ia memekik seperti pekerja yang memeras anggur di tempat pengirik.”Yeremia 25:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Therefore prophesy thou against them all these words, and say unto them, The LORD shall roar from on high, and utter his voice from his holy habitation; he shall mightily roar upon his habitation; he shall give a shout, as they that tread the grapes, against all the inhabitants of the earth.”Yeremia 25:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 25:30?
Ayat ini melanjutkan gambaran tentang kegaduhan yang bergema sampai ke ujung bumi karena Tuhan berselisih dengan bangsa-bangsa. Dia memasuki pengadilan bersama semua orang, dan orang fasik akan diserahkan kepada pedang. Ini menekankan bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil atas seluruh bumi.
Latar belakang
Raungan Singa dan Kegaduhan Pembuat Anggur
Yeremia menggunakan simbolisme singa yang mengaum dan pekerja yang menginjak buah anggur untuk menggambarkan murka TUHAN yang dahsyat. Allah akan berperkara dengan bangsa-bangsa dan menyerahkan orang fasik pada pedang.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran bait suci, mungkin di depan umum
Kapan
~605 SM
Menjelang Pembuangan ke Babel
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang menyampaikan orakel penghakiman dengan bahasa puitis.
Kepada
Para penduduk bumi
Semua bangsa yang akan mengalami penghakiman TUHAN.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁאַג
sha'ag · mengaum
mengaum, menderu (seperti singa)
נָוֶה
naveh · kediaman
padang rumput, tempat tinggal, kediaman (bisa untuk hewan atau manusia)
רִיב
riv · pengadilan
perkara, perselisihan, tuntutan hukum
Gabungan 'mengaum' dan 'pengadilan' menunjukkan bahwa murka Allah bukan ledakan emosi tanpa kontrol, melainkan tindakan hukum yang adil. Allah berperkara dengan bangsa-bangsa, dan keputusan-Nya pasti.
Tahukah kamu
Mengaum seperti Singa
Dalam budaya kuno, singa sering melambangkan kekuatan dan kemarahan raja. Dengan menyebut TUHAN mengaum, Yeremia menegaskan kuasa Allah yang tak tertandingi atas semua bangsa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 25:30
Yoel 3:16
Raungan TUHAN
“TUHAN mengaum dari Sion dan memperdengarkan suara-Nya dari Yerusalem; langit dan bumi bergoncang.”
Amos 1:2
Raungan dari Sion
“TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; maka padang penggembalaan para gembala berkabung dan puncak gunung Karmel menjadi kering.”
Wahyu 19:15
Pedang untuk bangsa-bangsa
“Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang memukul bangsa-bangsa; Ia akan memerintah mereka dengan gada besi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 25:30
✕ Sering dikira
Mengira Tuhan marah tanpa alasan, seperti dewa-dewa kafir.
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan TUHAN adalah respons adil terhadap dosa dan ketidaksetiaan.
✕ Sering dikira
Menganggap 'kediaman-Nya yang suci' sebagai bait suci di Yerusalem.
✓ Yang sebenarnya
Rujukan ini lebih kepada tempat tinggal surgawi Allah, bukan bait fisik.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 25:30
Tuhan adalah hakim yang adil. Kita harus hidup dengan integritas, karena tidak ada yang tersembunyi dari pandangan-Nya.
Tuhan, mampukan kami untuk hidup benar di hadapan-Mu, dan biarlah keadilan-Mu menjadi standar hidup kami. Amin.