Kutukan terhadap pembawa kabar

Yeremia 20:15

Kemarahan Nabi dan Kasih Setia TUHAN

PerikopKeluhan Yeremia yang Keenam · Yeremia 20:14-18 →
“Terkutuklah orang yang membawa berita kepada ayahku, yang berkata, “Seorang bayi laki-laki telah dilahirkan bagimu,” yang membuatnya sangat bahagia.”

Yeremia 20:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 20:15?

Yeremia mengutuk orang yang membawa kabar kelahirannya kepada ayahnya, yang seharusnya menjadi momen bahagia. Ini menunjukkan betapa dalam penderitaannya, sampai ia menyesali keberadaannya. Ini juga mengingatkan bahwa hidup bisa terasa sangat berat, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan kita.

Latar belakang

Mengutuk pembawa kabar

Yeremia dengan hiperbola mengutuk orang yang memberi kabar gembira kepada ayahnya tentang kelahirannya. Dia bahkan berharap orang itu mengalami kehancuran seperti kota Sodom dan Gomora. Ini adalah ekspresi kekecewaan yang sangat mendalam.

Di mana

Yerusalem

Masih dalam monolog pahit Yeremia, mungkin di tempat pribadi

Kapan

~600 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mengutuk hari kelahirannya
Mengutuk dirinya sendiri
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang sedang terpuruk dalam penderitaan

O

Kepada

Orang yang membawa kabar kelahirannya

Mungkin seorang utusan yang memberi kabar kepada ayah Yeremia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָרוּר

arur · Terkutuklah

Dikutuk, terkutuk

בִּשַּׂר

bissar · membawa berita

Menyampaikan kabar baik

אָבִי

avi · ayahku

Ayahku, bapaku

Kata 'bissar' (kabar baik) menjadi ironis: yang seharusnya kabar baik menjadi awal penderitaan. Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak baik belum tentu baik tanpa kehendak Allah.

Tahukah kamu

Peran pembawa kabar

Dalam budaya kuno, pembawa kabar gembira biasanya diberi hadiah. Di sini Yeremia mengutuknya, menunjukkan betapa ia merasa hidupnya lebih merupakan kutukan daripada berkat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 20:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 20:15

✕  Sering dikira

Yeremia benar-benar ingin orang itu mati.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah hiperbola sastra untuk mengungkapkan kepedihan, bukan keinginan harfiah.

✕  Sering dikira

Mengutuk orang adalah hal yang benar.

✓  Yang sebenarnya

Perjanjian Baru mengajarkan untuk memberkati, bukan mengutuk (Roma 12:14), tetapi kita bisa belajar dari kejujuran Yeremia.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 20:15

Ada kalanya kita menyesali keadaan atau bahkan keberadaan kita. Namun, ingatlah bahwa setiap orang memiliki tujuan. Alih-alih mengutuk masa lalu, kita bisa mencari makna dan kekuatan dari Tuhan untuk menjalani hari ini.

Ya Bapa, ampuni aku jika aku pernah mengeluh tentang hidupku. Tolong ubah kepahitanku menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal-Mu lebih dalam. Amin.