Kutukan terhadap hari kelahiran

Yeremia 20:14

Kemarahan Nabi dan Kasih Setia TUHAN

PerikopKeluhan Yeremia yang Keenam · Yeremia 20:14-18 →
“Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan. Biarlah hari ketika ibuku melahirkan aku tidak diberkati.”

Yeremia 20:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 20:14?

Yeremia melontarkan kutukan atas hari kelahirannya sendiri, mengungkapkan keputusasaannya yang sangat dalam. Ini adalah ungkapan jujur dari seorang nabi yang menderita karena panggilannya. Meskipun terdengar ekstrem, ini menunjukkan bahwa bahkan orang-orang pilihan Tuhan bisa mengalami kepahitan hidup.

Latar belakang

Keputusasaan yang mendalam

Setelah meluapkan pujian, Yeremia kembali jatuh dalam keputusasaan. Dia mengutuk hari kelahirannya, meratapi keberadaannya sebagai nabi yang terus menderita tanpa akhir.

Di mana

Yerusalem

Setelah ia menyadari betapa beratnya penderitaan sebagai nabi

Kapan

~600 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pujian singkat kepada TUHAN
Kelanjutan pengaduan pahit
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang sedang bergumul dengan panggilan-Nya

D

Kepada

Diri sendiri

Monolog batin yang ditujukan kepada dirinya sendiri

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָרוּר

arur · Terkutuklah

Dikutuk, dipisahkan dari berkat

יוֹם

yom · hari

Hari, waktu terang, masa

יֻלַּדְתִּי

yulladti · dilahirkan

Dilahirkan, lahir

Mengutuk hari kelahiran berarti menganggap awal hidup sebagai bencana, bukan berkat. Ini menunjukkan betapa dalamnya kepedihan Yeremia, tetapi juga mengingatkan bahwa Allah dapat mengubah kutukan menjadi berkat.

Tahukah kamu

Kutukan hari lahir dalam Alkitab

Kutukan seperti ini juga diucapkan oleh Ayub (Ayub 3:3-4). Ini adalah cara sastra Timur kuno untuk mengungkapkan kepedihan yang ekstrem, bukan berarti Yeremia ingin bunuh diri.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 20:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 20:14

✕  Sering dikira

Yeremia mengutuk dirinya sendiri, bukan hari kelahirannya.

✓  Yang sebenarnya

Dia mengutuk hari dan peristiwa kelahirannya, bukan dirinya sebagai pribadi.

✕  Sering dikira

Orang Kristen tidak boleh merasa putus asa.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab jujur tentang pergumulan; Yeremia dan Ayub mengalami keputusasaan, tetapi tetap beriman kepada Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 20:14

Kita boleh jujur kepada Tuhan tentang perasaan negatif kita, termasuk sakit hati dan kecewa. Jangan menekan emosi, tetapi bawa semuanya dalam doa. Tuhan tidak akan menghukum kita karena kejujuran, justru Dia ingin kita datang dengan hati yang terbuka.

Tuhan, aku kadang merasa lelah dan putus asa. Terima kasih karena Engkau menerima keluh kesahku. Tolong aku untuk tetap percaya pada rencana-Mu meskipun aku tidak mengerti. Amin.