Kesetiaan yang dilupakan
Yeremia 2:31
Kasih yang Terlupakan
PerikopYehuda Tidak Setia · Yeremia 2:1-37 →“Hai generasi, perhatikanlah firman TUHAN. “Apakah Aku telah menjadi padang belantara bagi orang Israel, atau tanah yang gelap gulita? Lalu, mengapa jemaat-Ku berkata, ‘Kami bebas, kami tidak akan datang lagi kepada-Mu’?”Yeremia 2:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Keturunan apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu?”Yeremia 2:31 · TB
Terjemahan Baru
“Hai umat Israel, dengarkan kata-kata-Ku ini. Pernahkah Aku seperti padang gurun bagimu atau seperti tanah yang gelap gulita? Tapi mengapa kamu berkata bahwa kamu mau bebas, dan tak mau lagi kembali kepada-Ku?”Yeremia 2:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“O generation, see ye the word of the LORD. Have I been a wilderness unto Israel? a land of darkness? wherefore say my people, We are lords; we will come no more unto thee?”Yeremia 2:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 2:31?
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah menjadi gurun atau tanah gelap bagi Israel. Justru Israel yang memilih untuk menjauh dan berkata 'kami bebas', menunjukkan sikap sombong yang menolak ketergantungan pada Tuhan.
Latar belakang
Melupakan Kekasih Sejati
TUHAN mengajukan pertanyaan retorik: seorang gadis tidak akan melupakan perhiasannya, dan pengantin perempuan tidak akan melupakan pakaiannya. Namun, Israel telah melupakan TUHAN untuk waktu yang tidak terhitung, menunjukkan betapa tidak masuk akalnya ketidaksetiaan mereka.
Di mana
Yerusalem
Di tengah kota Yerusalem, saat Yeremia menyampaikan pesan
Kapan
~600 SM
Periode kerajaan Yehuda, menjelang pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yeremia
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan yang sedang hidup dalam ketidaksetiaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁכַח
shakhach · melupakan
Melupakan, kehilangan ingatan, atau mengabaikan seseorang dengan sengaja.
עֶדִי
edi · perhiasan
Perhiasan, ornamen, yang memperindah dan sering kali bernilai tinggi.
יָמִים
yamim · waktu yang tidak terhitung
Hari-hari, waktu yang panjang, menunjukkan durasi yang sangat lama.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa melupakan TUHAN adalah tindakan disengaja yang berlangsung lama, bukan sekadar kelalaian. Israel memilih untuk mengabaikan TUHAN, padahal Dia adalah perhiasan dan kemuliaan mereka, dan mereka melakukannya selama bertahun-tahun tanpa henti.
Tahukah kamu
Perhiasan yang Berharga
Dalam budaya Timur Tengah kuno, perhiasan pengantin sangat berharga dan simbol status, sehingga mustahil melupakannya. Metafora ini menekankan betapa absurdnya Israel melupakan TUHAN yang adalah kemuliaan mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 2:31
Yesaya 49:15
Pertanyaan serupa
“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?”
Hosea 2:13
Metafora perhiasan
“Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, dan mengenakan anting-antingnya dan perhiasannya.”
Ulangan 8:19
Peringatan melupakan
“Jika engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, maka kamu akan binasa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 2:31
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berbicara tentang bangsa Israel secara historis, tidak relevan untuk kita sekarang.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini juga relevan bagi kita yang bisa melupakan kebaikan TUHAN dalam hidup kita sehari-hari.
✕ Sering dikira
TUHAN seperti suami yang cemburu dan sakit hati karena istrinya melupakan hadiahnya.
✓ Yang sebenarnya
TUHAN lebih peduli pada hubungan: melupakan TUHAN berarti berpaling dari sumber kehidupan, bukan sekadar melupakan benda.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 2:31
Kita sering berkata 'saya bisa sendiri' tanpa menyadari bahwa itu adalah bentuk kesombongan rohani. Padahal, kebebasan sejati justru datang saat kita mengandalkan Tuhan, bukan saat kita merasa mandiri.
Tuhan, ampuni aku jika aku pernah merasa tidak membutuhkan-Mu. Ajari aku untuk selalu bergantung pada-Mu dalam setiap langkah hidupku. Amin.