Berbalik ke Pohon dan Batu
Yeremia 2:27
Mengganti Kemuliaan dengan Berhala
PerikopYehuda Tidak Setia · Yeremia 2:1-37 →“yang berkata kepada sebuah pohon, ‘Engkau adalah ayahku.’ dan kepada sebuah batu, ‘Engkau telah melahirkan aku.’ Sebab, mereka telah menghadapkan punggung mereka kepada-Ku, bukan wajah mereka. Namun, pada masa kesusahan mereka, mereka akan berkata, ‘Berdirilah dan selamatkanlah kami!’”Yeremia 2:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!”Yeremia 2:27 · TB
Terjemahan Baru
“Kamu akan dipermalukan, sebab sepotong kayu kamu panggil bapak dan sebuah batu kamu panggil ibu. Kamu bukannya datang kepada-Ku, melainkan meninggalkan Aku. Tapi apabila datang kesukaran, Akulah yang kamu panggil untuk datang menyelamatkan kamu.”Yeremia 2:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saying to a stock, Thou art my father; and to a stone, Thou hast brought me forth: for they have turned their back unto me, and not their face: but in the time of their trouble they will say, Arise, and save us.”Yeremia 2:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 2:27?
Israel disebut memanggil pohon sebagai 'ayah' dan batu sebagai 'ibu', menunjukkan mereka menyembah berhala. Mereka memalingkan punggung kepada Tuhan, tetapi saat kesusahan, mereka memohon pertolongan-Nya.
Latar belakang
Berbalik dari Tuhan kepada benda mati
Tuhan menegur Israel karena mereka menyembah pohon dan batu, menyebut mereka 'ayah' dan 'ibu'. Mereka membelakangi Tuhan, tetapi ketika dalam kesulitan, mereka meminta tolong kepada-Nya. Ini menunjukkan kemunafikan dan kebodohan mereka.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, sekitar tahun 600-an SM
Kapan
~600 SM
Zaman para nabi
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui nabi
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan yang sedang berdosa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֵץ
etz · pohon
pohon, kayu; sering dipakai untuk patung berhala dari kayu
אֶבֶן
even · batu
batu; sering dipakai untuk mezbah atau patung berhala dari batu
יְלִדְתָּנוּ
yelidtanu · melahirkan aku
engkau telah melahirkan aku; memberikan kehidupan, menjadi pencipta
Pohon dan batu adalah benda mati yang tidak bisa menciptakan apa pun, tetapi Israel memujanya sebagai pemberi hidup. Ini menunjukkan betapa mereka menukar Allah yang hidup dengan benda-benda yang tak bernyawa, sebuah tindakan yang sangat bodoh.
Tahukah kamu
Pohon sebagai ayah?
Dalam praktik penyembahan berhala Kanaan, pohon dan batu dianggap sebagai simbol dewi kesuburan. Menyebut pohon sebagai 'ayah' dan batu sebagai 'ibu' adalah bentuk penghinaan terhadap Tuhan yang menciptakan mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 2:27
Roma 1:23
menggantikan kemuliaan Allah
“Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung, binatang berkaki empat, atau binatang melata.”
Mazmur 115:4-8
berhala tidak dapat menolong
“Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia. Mereka mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata; mereka mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat... Seperti itulah orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepada mereka.”
Yesaya 44:17
menyembah kayu
“Sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah, menjadi patung sembahannya; ia sujud kepadanya, menyembah dan berdoa kepadanya, sambil berkata: 'Tolonglah aku, sebab engkaulah allahku!'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 2:27
✕ Sering dikira
Israel tidak benar-benar percaya pada pohon dan batu, hanya sekadar tradisi.
✓ Yang sebenarnya
Mereka benar-benar menyembahnya, seperti yang ditunjukkan oleh praktik dan teguran nabi. Ini bukan sekadar tradisi.
✕ Sering dikira
Pohon dan batu dalam ayat ini adalah metafora untuk negara lain.
✓ Yang sebenarnya
Ini merujuk pada berhala fisik yang mereka sembah, meskipun bisa juga melambangkan kekuatan asing yang mereka andalkan.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 2:27
Terkadang kita baru ingat Tuhan saat susah, padahal kita sering mengabaikan-Nya saat senang. Jadikan Tuhan sebagai prioritas, bukan pelarian terakhir.
Bapa, ampuni aku yang sering melupakan-Mu. Ajar aku untuk selalu dekat dengan-Mu, bukan hanya saat aku butuh pertolongan. Amin.