Hukuman yang Menghajar
Yeremia 2:19
Akar Masalah: Meninggalkan Allah
“Kejahatanmu sendiri akan menghajarmu dan kemurtadanmu akan menegurmu. Oleh sebab itu, ketahuilah dan lihatlah bahwa adalah jahat dan pahit bagimu untuk meninggalkan TUHAN, Allahmu. Takut akan Aku tidak ada di dalam dirimu,” firman TUHAN, Allah semesta alam.”Yeremia 2:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, Yeremia 2.20–23 8 demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.”Yeremia 2:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kejahatanmu sendiri menghukum dirimu, kau tersiksa karena menolak Aku, Allahmu. Sekarang rasakan betapa pahit dan pedih bila Aku kaubelakangi dan tidak kauhormati. Aku, TUHAN Allahmu telah berbicara; Akulah TUHAN Yang Mahatinggi dan Mahakuasa."”Yeremia 2:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Thine own wickedness shall correct thee, and thy backslidings shall reprove thee: know therefore and see that it is an evil thing and bitter, that thou hast forsaken the LORD thy God, and that my fear is not in thee, saith the Lord GOD of hosts.”Yeremia 2:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 2:19?
Ayat ini menegaskan bahwa konsekuensi dari meninggalkan Allah adalah kehancuran dan kepahitan. Umat Israel akan dihajar oleh kejahatan mereka sendiri dan ditegur oleh kemurtadan mereka. Ini adalah peringatan bahwa berpaling dari Allah membawa penderitaan, dan kurangnya rasa takut akan Allah menjadi akar masalahnya.
Latar belakang
Kejahatan Menimbulkan Akibat
Allah menegaskan bahwa kejahatan dan kemurtadan Israel sendiri akan menjadi hukuman bagi mereka. Mereka meninggalkan Allah, sumber kehidupan, dan sekarang mereka menuai akibatnya.
Di mana
Yerusalem
Melalui nabi Yeremia, di kota Yerusalem
Kapan
~600 SM
Zaman para nabi
Yang berbicara
Tuhan Allah semesta alam
Allah Israel, yang setia walaupun umat-Nya berubah
Kepada
Israel (kerajaan utara)
Umat pilihan yang menjadi tidak setia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָה
ra'ah · kejahatanmu
keburukan atau kejahatan moral
יָסַר
yasar · menghajar
mendisiplinkan atau mengoreksi
עָזַב
azav · meninggalkan
meninggalkan, membuang
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa dosa bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi sebuah tindakan yang membawa konsekuensi alamiah: ditinggalkan oleh Allah dan mengalami disiplin.
Tahukah kamu
Padang Gurun sebagai Metafora
Dalam ayat 2, Allah mengingat kesetiaan Israel di padang gurun, tetapi di sini padang gurun menjadi gambaran akibat dari meninggalkan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 2:19
Ulangan 31:16
peringatan Musa
“bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah-allah asing di negeri yang mereka masuki”
Amsal 5:22
dosa menjerat
“Orang fasik tertangkap karena kesalahannya sendiri, dan terjerat dalam tali dosanya.”
Yeremia 4:18
perbuatan sendiri
“Tingkah lakumu dan perbuatanmu menyebabkan semuanya ini menimpamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 2:19
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa Allah menghukum Israel secara sewenang-wenang
✓ Yang sebenarnya
Hukuman adalah konsekuensi logis dari dosa, bukan tindakan Allah yang semena-mena.
✕ Sering dikira
Menganggap takut akan Allah hanya sekadar perasaan takut
✓ Yang sebenarnya
Takut akan Allah berarti menghormati dan menghargai otoritas-Nya dalam hidup.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 2:19
Seringkali kita menyalahkan keadaan saat menghadapi masalah, padahal akar masalahnya ada pada pilihan kita sendiri untuk menjauh dari Tuhan. Mari kita introspeksi: apakah kita masih memiliki rasa takut akan Tuhan dalam setiap keputusan?
Tuhan, ampuni aku jika aku telah meninggalkan-Mu dan berikan aku hati yang takut akan Engkau, agar aku tidak menuai kehancuran akibat kejahatanku sendiri. Amin.