Kota Menjadi Kengerian dan Helaan Napas

Yeremia 19:8

Pecahnya Buli-Buli dan Hukuman Tuhan

PerikopKendi yang Pecah · Yeremia 19:1-15 →
“Aku akan membuat kota ini menjadi suatu kengerian dan helaan napas. Setiap orang yang melewatinya akan ketakutan dan akan menghela napas karena semua lukanya.”

Yeremia 19:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 19:8?

Ayat ini menggambarkan bahwa Yerusalem akan menjadi kota yang mengerikan, penuh dengan kehancuran dan penderitaan. Setiap orang yang melihatnya akan merasa ngeri dan bersiul melihat luka-lukanya, akibat dosa yang merusak hubungan dengan Tuhan.

Latar belakang

Kota yang menjadi tontonan ngeri

Tuhan akan membuat Yerusalem menjadi objek kengerian dan cemoohan, sehingga setiap orang yang lewat akan terkejut dan bersiul melihat luka-lukanya. Ini adalah gambaran penghinaan dan penderitaan yang tak terbayangkan.

Di mana

Yerusalem

Di Lembah Ben-Hinom, kemudian di pelataran Bait Suci

Kapan

~605 SM

Kerajaan Yehuda (akhir)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nubuat tentang kehancuran
Pecahnya buli-buli
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, kudus dan adil

P

Kepada

Penduduk Yerusalem

Mereka yang akan mengalami kehancuran

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁמָּה

shammah · kengerian

ketakjuban yang menakutkan, kehancuran yang membingungkan

שְׁרֵקָה

shereqah · helaan napas

siulan atau desisan, tanda ejekan atau keheranan

מַכָּה

makkah · lukanya

pukulan, wabah, atau penderitaan yang mematikan

Kata-kata ini menunjukkan bahwa penghakiman bukan hanya fisik tetapi juga sosial: kota menjadi simbol ketakutan dan olok-olok, dan setiap lukanya adalah bekas pukulan Tuhan.

Tahukah kamu

Syiulan sebagai ejekan

Dalam budaya Timur Dekat kuno, bersiul adalah ekspresi ejekan atau terkejut terhadap reruntuhan, menunjukkan bahwa kota yang dahulu megah kini menjadi bahan tertawaan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 19:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 19:8

✕  Sering dikira

'Helaan napas' berarti Tuhan menghela napas karena sedih.

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah siulan ejekan dari orang-orang yang lewat, bukan keluhan Tuhan.

✕  Sering dikira

Ini hanya ancaman kosong; Yerusalem tidak pernah benar-benar jatuh.

✓  Yang sebenarnya

Yerusalem memang jatuh pada 586 SM, tepat seperti yang dinubuatkan.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 19:8

Konsekuensi dosa seringkali sangat menyedihkan dan memalukan. Kita harus menyadari bahwa dosa membawa kehancuran, baik bagi individu maupun komunitas, dan kita perlu hidup dalam ketaatan agar terhindar dari akibat yang mengerikan.

Tuhan, jauhkanlah aku dari jalan dosa yang membawa kehancuran, dan peliharalah hidupku agar menjadi berkat bagi sesama. Amin.