Allah membangun dan mengokohkan

Yeremia 18:9

Tukang Periuk dan Tanah Liat

Adakalanya Aku berfirman tentang suatu bangsa atau suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan mengokohkannya.

Yeremia 18:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 18:9?

Sebaliknya dari ayat sebelumnya, di sini Allah juga bisa merencanakan untuk membangun dan menanam suatu bangsa. Namun, berkat itu tidak otomatis; Allah melihat respons bangsa tersebut. Jika mereka kemudian berlaku jahat dan tidak taat, rencana baik-Nya dapat dibatalkan.

Latar belakang

Syarat untuk berkat

Allah juga dapat merencanakan kebaikan dan pembangunan bagi suatu bangsa. Namun, jika bangsa itu berbuat jahat, Dia dapat menyesali kebaikan yang telah dirancang.

Di mana

Yerusalem

Di rumah tukang periuk, siang hari

Kapan

~605 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman bencana
Janji pembangunan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, berfirman melalui Yeremia

Y

Kepada

Yeremia

Nabi yang dipanggil, mungkin berusia 30-an

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בנה

banah · membangun

Mendirikan, membangun rumah atau keluarga.

נטע

nata' · mengokohkan

Menanam, menancapkan, membuat permanen.

רעה

ra'ah · melakukan yang jahat

Berbuat buruk, melakukan kejahatan.

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa pembangunan dan pengokohan adalah tujuan Allah, tetapi kejahatan manusia dapat menghentikan berkat itu. Allah merancang yang baik, tetapi keadilan-Nya menuntut respons.

Tahukah kamu

Kata 'membangun'

Kata 'membangun' (banah) akar yang sama dengan nama Bani (anak), menunjukkan gagasan membangun keluarga atau komunitas.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 18:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 18:9

✕  Sering dikira

Kesalahan: Allah pasti mencabut berkat jika ada dosa kecil.

✓  Yang sebenarnya

Koreksi: Ini berbicara tentang bangsa yang 'melakukan yang jahat' secara persisten, bukan kegagalan sesaat.

✕  Sering dikira

Kesalahan: Ini berarti Allah tidak setia pada janji-Nya.

✓  Yang sebenarnya

Koreksi: Ini adalah prinsip perjanjian, di mana berkat bersyarat pada ketaatan; Allah tetap setia pada janji-janji-Nya yang lebih besar.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 18:9

Jangan merasa aman dengan berkat yang sudah kita terima. Kita harus terus hidup dalam ketaatan. Berkat adalah tanggung jawab untuk menjaga hubungan yang benar dengan Allah.

Tuhan, mampukan kami untuk hidup setia dan taat kepada-Mu, supaya berkat-Mu yang telah Engkau rancangkan tetap kami alami, Amin.