Rasa sakit yang tak sembuh

Yeremia 15:18

Ratapan dan Pengharapan Yeremia

Mengapa rasa sakitku tidak berkesudahan dan lukaku tidak dapat disembuhkan, sulit disembuhkan? Apakah bagiku Engkau akan menjadi seperti aliran air yang menipu, seperti air yang tidak dapat dipercaya?

Yeremia 15:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 15:18?

Yeremia mengeluh bahwa rasa sakitnya tak kunjung sembuh, seperti luka yang tidak dapat disembuhkan, dan bertanya apakah Tuhan seperti sungai yang menipu (kering saat dibutuhkan). Ini adalah ekspresi keputusasaan yang jujur di hadapan Tuhan.

Latar belakang

Ratapan dan Kekecewaan

Yeremia meratap kepada Tuhan: rasa sakitnya tak kunjung berakhir, lukanya tidak sembuh-sembuh. Ia bahkan menyamakan Tuhan seperti sungai yang kering dan air yang tidak dapat dipercaya, karena merasa ditinggalkan.

Di mana

Yerusalem

Tempat ratapan pribadi, mungkin rumah atau ruang atas

Kapan

~600 SM

Periode Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mengalami penderitaan terus-menerus
Tuhan menjawab dengan teguran
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang menderita, ~50 tahun

T

Kepada

Tuhan

Allah yang mendengar ratapan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כְּאֵב

ke'ev · sakit

sakit, penderitaan, kesedihan

מַכָּה

makkah · luka

pukulan, luka, kehancuran

אָכָז

akaz · menipu

menipu, mengecewakan, menjadi bohong

Kata 'ke'ev' (sakit) dan 'makkah' (luka) menunjukkan penderitaan fisik yang dipakai untuk menggambarkan kepedihan emosional. 'Akaz' (menipu) sangat keras, karena Yeremia menuduh Tuhan seperti wadi yang mengecewakan.

Tahukah kamu

Metafora Air

Di Timur Tengah kuno, mata air atau sungai yang kering di musim kemarau sering disebut 'wadi' yang menipu. Yeremia menggunakan gambaran ini untuk mengungkapkan kekecewaannya kepada Tuhan yang terasa tidak dapat diandalkan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 15:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 15:18

✕  Sering dikira

Menganggap Yeremia berdosa karena berani menyamakan Tuhan seperti air menipu.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ratapan yang jujur, dan Tuhan tidak menghukumnya; justru Tuhan menjawab dengan memberikan pengharapan.

✕  Sering dikira

Mengira ratapan ini menunjukkan iman yang lemah.

✓  Yang sebenarnya

Kita bisa jujur kepada Tuhan. Ratapan Yeremia menunjukkan hubungan yang dekat, bukan kurang iman.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 15:18

Kita bisa jujur kepada Tuhan tentang kekecewaan dan keputusasaan kita. Dia lebih suka kita datang dengan pertanyaan yang jujur daripada berpura-pura kuat, karena melalui dialog itu iman kita diuji dan diperdalam.

Tuhan, saat aku merasa Engkau seperti air yang menipu, tolong aku tetap percaya bahwa Engkau sumber air hidup yang tidak pernah kering. Amin.