Ayub Mempertanyakan Pengawas Manusia
Ayub 7:20
Ayub Bertanya tentang Dosa dan Hukuman
“Jika aku telah berdosa, apa yang telah aku lakukan kepada-Mu, hai Pengawas manusia? Mengapa Engkau menjadikanku sasaran-Mu? Mengapa aku menjadi beban bagi-Mu?”Ayub 7:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?”Ayub 7:20 · TB
Terjemahan Baru
“Hai Penjagaku, rugikah Engkau karena dosaku? Mengapa Kaupakai aku sebagai sasaran panah-Mu? Begitu beratkah aku membebani diri-Mu?”Ayub 7:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I have sinned; what shall I do unto thee, O thou preserver of men? why hast thou set me as a mark against thee, so that I am a burden to myself?”Ayub 7:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 7:20?
Ayub 7:20 berisi pertanyaan Ayub yang penuh keputusasaan. Ia merasa dirinya tidak signifikan, namun mengapa Tuhan menjadikannya sasaran penderitaan? Ia menyebut Tuhan sebagai 'Pengawas manusia' yang sepertinya terus-menerus mengawasi dan menguji dia. Ayub tidak mengerti mengapa dosanya, jika ada, harus dihukum seberat ini.
Latar belakang
Ayub Merasa Menjadi Sasaran Tuhan
Ayub merasa bahwa sekalipun ia berdosa, dosanya tidak merugikan Tuhan secara pribadi. Namun, Tuhan memperlakukannya seperti sasaran panah atau beban yang harus ditanggung, membuat Ayub kebingungan mengapa Tuhan begitu fokus padanya.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat pembuangan abu, di luar rumah
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Tuhan
Allah yang mahakuasa, namun Ayub merasa diperlakukan tidak adil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָטָא
khata' · berdosa
meleset dari sasaran atau melakukan kesalahan
נָצַר
natsar · Pengawas
menjaga, mengawasi, atau memelihara
מַשָּׂא
masa · beban
beban, tanggungan, atau upeti
Ayub menggunakan kata 'khata' untuk dosa yang artinya 'meleset', menunjukkan ia sadar akan kesalahannya, tapi ia heran mengapa Tuhan sebagai 'Pengawas' justru menjadikan dirinya 'beban'. Padahal, pengawasan Tuhan seharusnya untuk kebaikan, bukan untuk menindas.
Tahukah kamu
Kata 'beban' dalam bahasa Ibrani
Kata 'beban' di sini diterjemahkan dari kata Ibrani 'masa' yang juga bisa berarti 'beban berat' atau 'upeti'. Ayub merasa dirinya menjadi beban yang harus dipikul oleh Tuhan, padahal seharusnya Tuhan tidak membutuhkan apa pun dari manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 7:20
Mazmur 8:4
Pertanyaan tentang manusia
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?”
Yesaya 43:24
Manusia tidak memberatkan Tuhan
“Engkau tidak membeli bagi-Ku tebu wangi, dan tidak mengenyangkan Aku dengan korban.”
Mazmur 103:13-14
Tuhan mengasihi kita
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikianlah TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Ia sendiri tahu apa kita ini.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 7:20
✕ Sering dikira
Ayub mengaku telah berdosa dan pantas dihukum.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tidak mengaku dosa spesifik, ia hanya berandal-andal jika sekiranya ia berdosa.
✕ Sering dikira
Ayub menuduh Tuhan sebagai pengawas yang kejam.
✓ Yang sebenarnya
Ayub bergumul dengan penderitaannya dan merasa Tuhan terlalu memperhatikannya, bukan berarti ia menuduh Tuhan jahat.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 7:20
Sering kali kita bertanya, 'Mengapa ini terjadi padaku?' Saat tidak ada jawaban, kita bisa datang kepada Tuhan dengan kejujuran seperti Ayub. Tuhan tidak takut dengan pertanyaan kita, dan Dia cukup besar untuk menampung rasa frustrasi kita.
Tuhan, saat aku tidak mengerti jalan-Mu, bantu aku untuk tetap jujur di hadapan-Mu dan tidak berpaling dari-Mu. Amin.