Benturan dan Kehancuran
Yeremia 13:14
Ikat Pinggang Rusak dan Kesombongan Yehuda
“Aku akan menghantamkan mereka seorang akan yang lain, bapak-bapak dan anak-anak bersama-sama,’ firman TUHAN. “Aku tidak akan menyayangkan, iba, atau berbelaskasihan, tetapi menghancurkan mereka.’””Yeremia 13:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku akan membantingkan seorang kepada yang lain sampai mereka hancur, bapa-bapa dengan anak-anaknya, demikianlah firman TUHAN. Aku akan membinasakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa merasa sayang dan tanpa ampun."”Yeremia 13:14 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu mereka akan Kubenturkan satu sama lain. Tua dan muda akan Kuperlakukan demikian tanpa ampun. Mereka akan Kubinasakan tanpa merasa sayang atau kasihan. Aku, TUHAN, telah berbicara."”Yeremia 13:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And I will dash them one against another, even the fathers and the sons together, saith the LORD: I will not pity, nor spare, nor have mercy, but destroy them.”Yeremia 13:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 13:14?
Yeremia 13:14 menegaskan bahwa hukuman Allah pasti terjadi. Ia akan menghancurkan Yehuda tanpa belas kasihan, membanting mereka satu sama lain seperti tempayan, bahkan ayah dan anak bersama-sama. Ini menunjukkan keseriusan dosa dan murka Allah yang tidak dapat dihindari jika terus berkeras hati.
Latar belakang
Hukuman yang Tidak Dapat Dihindari
TUHAN akan membuat orang-orang Yehuda saling bertabrakan seperti tempayan, tanpa belas kasihan. Bahkan orang tua dan anak-anak akan dihancurkan bersama-sama.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, sekitar bait Allah
Kapan
~600 SM
Periode kerajaan Yehuda menjelang pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang berfirman melalui Yeremia
Kepada
Yeremia
Nabi yang dipanggil untuk menyampaikan firman Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָפַץ
nafatz · menghantamkan
menghancurkan, memecahkan dengan kekuatan
חָמַל
chamal · menyayangkan
merasa iba, menahan dari hukuman
רָחַם
racham · berbelaskasihan
menunjukkan belas kasihan, seperti kasih ibu
Urutan kata ini menunjukkan bahwa Allah menolak untuk menahan hukuman. Chamal dan racham adalah kata-kata yang sering digunakan untuk kasih sayang, tetapi di sini Allah dengan tegas berkata tidak akan menggunakannya.
Tahukah kamu
Kata yang Kuat
Kata 'menghantamkan' dalam bahasa Ibrani adalah נפץ (nafatz), yang berarti 'menghancurkan' atau 'memecahkan berkeping-keping'. Ini menggambarkan kekerasan yang total dan tidak tersisa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 13:14
Yesaya 9:13-14
hukuman total
“Namun umat itu tidak berpaling kepada Dia yang memukul mereka, dan mereka tidak mencari TUHAN semesta alam. Sebab itu TUHAN memotong dari Israel kepala dan ekor, mayang dan pandan dalam satu hari.”
Yeremia 21:7
tidak berbelas kasihan
“Sesudah itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menyerahkan Zedekia, raja Yehuda, dan pegawai-pegawainya dan rakyatnya di kota ini ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan ke dalam tangan musuh-musuh mereka, yang ingin mencabut nyawa mereka. Ia akan memukul mereka dengan mata pedang; ia tidak akan merasa sayang, tidak akan mengasihani, dan tidak akan berbelas kasihan.”
Ulangan 29:20
murka tanpa ampun
“TUHAN tidak akan mau mengampuni dia, tetapi murka TUHAN dan cemburu-Nya akan menyala terhadap orang itu, dan segala sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menimpa dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari bawah langit.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 13:14
✕ Sering dikira
Allah kejam dan tidak adil karena menghancurkan anak-anak.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menunjukkan keparahan dosa Yehuda. Anak-anak ikut menderita karena komunitas yang berdosa, tetapi Allah adil dan tidak menyalahkan orang yang tidak bersalah secara pribadi.
✕ Sering dikira
Ayat ini membenarkan kekerasan atas nama Allah.
✓ Yang sebenarnya
Hukuman ini adalah hasil dari pelanggaran perjanjian. Allah tidak senang menghukum, tetapi harus adil. Ini bukan izin untuk melakukan kekerasan hari ini.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 13:14
Tuhan itu adil dan kudus, tetapi juga panjang sabar. Hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bertobat sebelum penghakiman datang. Janganlah kita mengeraskan hati, melainkan segera berbalik kepada-Nya.
Ya Tuhan, terima kasih atas kesabaran-Mu. Cegahlah kami dari sikap mengeraskan hati, dan bimbinglah kami untuk hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Amin.