Jeremia meratapi lukanya
Yeremia 10:19
Berhala vs Allah yang Hidup
“Celakalah aku karena sakitku! Lukaku parah. Akan tetapi, aku berkata, “Sesungguhnya, ini adalah suatu kesedihan, dan aku harus menanggungnya.””Yeremia 10:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Celakalah aku karena penyakitku, lukaku tidak tersembuhkan! Aku berpikir: "Ah, inilah suatu kepedihan yang harus kutanggung!"”Yeremia 10:19 · TB
Terjemahan Baru
“Penduduk Yerusalem berseru, "Kami luka parah dan tidak dapat sembuh. Dahulu kami menyangka bahwa derita ini dapat kami tanggung, padahal tidak.”Yeremia 10:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Woe is me for my hurt! my wound is grievous: but I said, Truly this is a grief, and I must bear it.”Yeremia 10:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 10:19?
Ayat ini adalah ratapan nabi Yeremia atas kehancuran Yehuda. Ia mengakui lukanya yang parah dan kesedihannya, tetapi ia menerima bahwa ini adalah konsekuensi yang harus ditanggung. Ini menggambarkan kesadaran akan penderitaan akibat dosa dan keputusan untuk bertanggung jawab atasnya.
Latar belakang
Ratapan di tengah penghakiman
Yeremia menyadari bahwa penghakiman Tuhan atas Yehuda tak terhindarkan. Dia mengungkapkan rasa sakitnya secara pribadi, seolah-olah lukanya sendiri yang parah. Ini adalah respons nabi terhadap penderitaan umatnya yang akan segera terjadi.
Di mana
Yerusalem
Di tengah kota, saat Yehuda dikepung
Kapan
~605 SM
Perjanjian Lama
Yang berbicara
Nabi Yeremia
Nabi yang dipanggil Tuhan, sering disebut 'nabi yang menangis', hidup di masa akhir Yehuda.
Kepada
Umat Yehuda
Bangsa pilihan Tuhan yang sedang menghadapi penghakiman karena dosa mereka.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אוֹי
oy · Celakalah
Ekspresi kesedihan atau kesusahan, seperti 'aduh' atau 'celaka'.
שֶׁבֶר
shever · sakitku
Patah, luka, atau kehancuran; sering dipakai untuk kehancuran fisik maupun moral.
נַחְלָה
nachlah · parah
Berat, sakit yang tak tersembuhkan; menggambarkan kondisi yang sangat buruk.
Kata-kata ini bersama-sama menggambarkan penderitaan yang mendalam dan tak terobati. Yeremia tidak hanya merasa sedih, tetapi benar-benar hancur karena dosa umatnya, seperti penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Tahukah kamu
Kata 'celakalah' dalam bahasa Ibrani
Kata yang dipakai di sini ('oy') sering digunakan dalam ratapan pemakaman, menunjukkan bahwa Yeremia sedang meratapi Yehuda seperti orang mati.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 10:19
Yesaya 1:5-6
gambaran luka bangsa
“Seluruh kepala sakit, seluruh hati lemah. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat.”
Ratapan 1:12
ratapan yang serupa
“Perhatikanlah dan lihatlah, apakah ada kesedihan seperti kesedihan yang ditimpakan kepadaku?”
Mazmur 39:10
merasa dihajar Tuhan
“Singkirkanlah daripada-Mu pukulan-Mu, aku habis oleh serangan tangan-Mu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 10:19
✕ Sering dikira
Yeremia mengeluh tentang sakit fisiknya sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora untuk penderitaan Yehuda, yang dirasakan nabi secara empati.
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti Tuhan menghukum Yeremia secara pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Yeremia menanggung beban penghakiman yang akan menimpa umatnya, bukan karena dosanya sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 10:19
Ketika kita mengalami akibat dari kesalahan kita, kita bisa jujur mengakui sakitnya. Jangan lari dari tanggung jawab, tapi hadapi dengan kesadaran bahwa Tuhan tetap menyertai kita.
Ya Tuhan, ajari aku untuk menerima konsekuensi perbuatanku dengan rendah hati dan tetap percaya pada pemulihan-Mu. Amin.