Penyembahan matahari di pelataran
Yehezkiel 8:16
Kekejian di Bait Suci Yerusalem
“Lalu, Dia membawaku ke halaman bagian dalam rumah TUHAN. Dan, tampaklah di pintu masuk ke bait TUHAN, di antara serambi dan altar, ada dua puluh lima orang dengan punggung-punggung mereka membelakangi bait TUHAN, dan wajah mereka menghadap ke timur; dan mereka menyembah matahari dengan menghadap ke timur.”Yehezkiel 8:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur. Yehezkiel 8.17–9.2 33”Yehezkiel 8:16 · TB
Terjemahan Baru
“Dibawa-Nya aku ke pelataran dalam Rumah TUHAN. Di dekat pintu masuk ke ruang suci, di antara mezbah dan lorong, ada dua puluh lima orang. Mereka membelakangi ruang suci, dan sujud ke arah timur menyembah matahari terbit.”Yehezkiel 8:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And he brought me into the inner court of the LORD’s house, and, behold, at the door of the temple of the LORD, between the porch and the altar, were about five and twenty men, with their backs toward the temple of the LORD, and their faces toward the east; and they worshipped the sun toward the east.”Yehezkiel 8:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 8:16?
Di halaman dalam bait suci, ada dua puluh lima orang yang membelakangi bait Allah dan menyembah matahari ke arah timur. Ini adalah kekejian yang sangat besar karena mereka berpaling dari Tuhan dan menyembah ciptaan, bukan Pencipta.
Latar belakang
25 orang menyembah matahari
Yehezkiel melihat 25 orang berdiri membelakangi Bait Suci dan menghadap ke timur, menyembah matahari terbit. Ini adalah kekejian terbesar yang diperlihatkan Tuhan, karena mereka berpaling dari Allah dan menyembah ciptaan-Nya.
Di mana
Yerusalem
Pelataran dalam Bait Suci, antara serambi dan altar
Kapan
~592 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, berbicara kepada Yehezkiel dalam penglihatan
Kepada
Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan Babel, ~30 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲחוֹרֵיהֶם
achoreihem · punggung
bagian belakang tubuh, simbol penolakan
שֶׁמֶשׁ
shemesh · matahari
benda langit yang diciptakan, tetapi di sini disembah sebagai dewa
מִשְׁתַּחֲוִים
mishtachavim · menyembah
sujud atau membungkuk sebagai penghormatan ilahi
Kata-kata ini menunjukkan tindakan fisik yang sangat kontras: membelakangi Allah dan sujud kepada matahari. Ini adalah pembalikan total dari ibadah yang benar.
Tahukah kamu
Menghadap ke timur
Dalam ibadah Israel, orang biasanya menghadap ke Bait Suci yang menjadi simbol kehadiran Allah. Di sini, mereka justru membelakangi Bait Suci dan menghadap timur, tempat matahari terbit.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 8:16
Ulangan 4:19
Larangan serupa
“Jangan mengangkat matamu ke langit, lalu melihat matahari, bulan, dan bintang... lalu menyembah mereka.”
2 Raja-raja 23:5
Praktik yang sama
“Ia memberhentikan para imam... yang membakar korban kepada Baal, kepada matahari, bulan, dan bintang.”
Ayub 31:26-27
Godaan penyembahan
“Jika aku melihat matahari bersinar... dan hatiku diam-diam tergoda, maka itu adalah kejahatan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 8:16
✕ Sering dikira
Menyembah matahari adalah dosa yang kecil karena matahari adalah ciptaan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Menyembah ciptaan apapun adalah dosa besar karena merampas kemuliaan yang hanya milik Allah.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berbicara tentang penyembahan matahari secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Ini juga melambangkan kecenderungan manusia untuk mengganti Allah dengan hal-hal yang terlihat.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 8:16
Kita bisa saja menyembah Tuhan secara lahiriah, tetapi hati kita berpaling kepada hal-hal lain. Periksa arah hidupmu: apakah engkau menghadap Tuhan atau membelakangi-Nya? Prioritaskan Tuhan di atas segalanya.
Tuhan, arahkan hatiku selalu kepada-Mu. Jangan biarkan aku menyembah hal-hal lain selain Engkau. Amin.