Perak dan emas menjadi najis
Yehezkiel 7:19
Hari Murka TUHAN
PerikopMalapetaka atas Yerusalem · Yehezkiel 7:1-27 →“Mereka akan melemparkan perak mereka ke jalan-jalan dan emas mereka akan menjadi seperti barang najis. Perak dan emas mereka tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari murka TUHAN. Mereka tidak dapat memuaskan rasa lapar mereka atau mengisi perut mereka karena hal itu adalah batu sandungan dari kejahatan mereka.””Yehezkiel 7:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.”Yehezkiel 7:19 · TB
Terjemahan Baru
“Emas dan perak akan mereka buang di jalan seperti sampah, sebab pada hari TUHAN melampiaskan amarah-Nya, emas dan perak itu tak dapat menyelamatkan mereka, malahan telah menjerumuskan mereka ke dalam dosa. Mereka tak dapat menggunakannya untuk memuaskan nafsu atau untuk mengisi perut mereka.”Yehezkiel 7:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“They shall cast their silver in the streets, and their gold shall be removed: their silver and their gold shall not be able to deliver them in the day of the wrath of the LORD: they shall not satisfy their souls, neither fill their bowels: because it is the stumblingblock of their iniquity.”Yehezkiel 7:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 7:19?
Ayat ini menggambarkan betapa sia-sianya kekayaan pada hari murka Tuhan. Orang akan membuang perak dan emas mereka karena tidak dapat menyelamatkan mereka. Harta yang mereka banggakan justru menjadi batu sandungan yang menyebabkan kejatuhan mereka, karena kekayaan tidak bisa memuaskan lapar rohani atau menyelamatkan dari penghakiman.
Latar belakang
Kekayaan tak berguna pada hari murka
Yehezkiel menyampaikan bahwa pada hari murka TUHAN, perak dan emas yang mereka banggakan akan menjadi sampah. Harta tak bisa menyelamatkan mereka dari kelaparan dan kehancuran, justru menjadi batu sandungan yang menjerumuskan mereka dalam dosa.
Di mana
Babel
Di tepi Sungai Kebar, di antara para buangan
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan, ~30 tahun
Kepada
Orang Israel di Yehuda
Penduduk yang akan mengalami kehancuran
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלַךְ
shalakh · melemparkan
membuang dengan paksa, sering untuk hal yang najis
נִדָּה
niddah · najis
sesuatu yang haram, seperti darah menstruasi, yang menajiskan
מִכְשֹׁל
mikhshol · batu sandungan
sesuatu yang menyebabkan orang jatuh, baik fisik maupun moral
Ketiga kata ini membentuk gambaran bahwa harta yang tadinya berharga menjadi kotor dan menjatuhkan. Itu bukan sekadar tidak berguna, tapi aktif menjadi penyebab kehancuran.
Tahukah kamu
Perak dibuang ke jalan
Di Timur Dekat kuno, melemparkan logam mulia ke jalan adalah tindakan penghinaan, menunjukkan betapa tidak berharganya harta saat menghadapi murka ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 7:19
Zefanya 1:18
Tema yang sama
“Baik perak maupun emas mereka tidak akan sanggup melepaskan mereka pada hari murka TUHAN.”
Amsal 11:4
Kekayaan vs kebenaran
“Harta benda tidak berguna pada hari kemurkaan, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.”
Matius 16:26
Harta tak menyelamatkan
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 7:19
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa kekayaan itu jahat.
✓ Yang sebenarnya
Bukan kekayaan yang jahat, tapi ketergantungan pada kekayaan dan menjadikannya berhala. Konteksnya adalah harta yang dipakai untuk menyembah berhala.
✕ Sering dikira
Harta bisa menyelamatkan dari bencana jika dipakai baik.
✓ Yang sebenarnya
Pada hari murka TUHAN, tidak ada harta yang bisa menyelamatkan; keselamatan hanya dari pertobatan dan kasih karunia TUHAN.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 7:19
Kita sering bergantung pada uang dan harta untuk rasa aman. Mari evaluasi apakah kita lebih percaya pada harta atau pada Tuhan, dan gunakan kekayaan kita untuk hal-hal yang berharga secara rohani.
Tuhan, ajar aku untuk tidak menaruh harapan pada kekayaan yang sementara, tetapi pada Engkau yang sanggup menyelamatkan. Amin.