Yehezkiel 45:7
“Dan, pemimpin akan menerima tanah di sisi yang lain dari daerah yang kudus dan sisi lain dari harta milik kota, di sepanjang daerah kudus dan harta milik kota, di sebelah barat dan di sebelah timur, sesuai dengan panjang dari bagian-bagian setiap suku, dan memanjang dari batas sebelah barat sampai batas sebelah timur.”Yehezkiel 45:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mengenai bagian raja itu haruslah terdapat di sebelah barat dan di sebelah timur dari persembahan khusus yang kudus dan milik kota itu dan harus berbatasan dengan kedua bagian itu. Yang di sebelah barat harus sampai ke perbatasan barat dan yang di sebelah timur harus sampai ke perbatasan timur. Jadi panjangnya harus sama dengan panjang dari bagian suatu suku Israel, yaitu dari perbatasan barat sampai perbatasan timur negeri itu.”Yehezkiel 45:7 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk penguasa yang memerintah harus juga disediakan tanah. Tanah itu terbentang dari batas barat daerah yang dikhususkan untuk TUHAN itu, sampai ke Laut Tengah, dan dari batas timur daerah yang dikhususkan itu, sampai ke perbatasan timur negeri itu. Jadi panjangnya sama dengan panjang dari salah satu bagian tanah yang diberikan kepada suku-suku Israel.”Yehezkiel 45:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And a portion shall be for the prince on the one side and on the other side of the oblation of the holy portion, and of the possession of the city, before the oblation of the holy portion, and before the possession of the city, from the west side westward, and from the east side eastward: and the length shall be over against one of the portions, from the west border unto the east border.”Yehezkiel 45:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 45:7?
Ayat ini menjelaskan bahwa bagian tanah untuk pemimpin Israel terletak di sisi kawasan kudus dan kota, membentang dari barat ke timur sejajar dengan bagian suku-suku. Ini memastikan pemimpin memiliki wilayah sendiri tanpa mengambil hak milik orang lain.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 45:7
Pemimpin sejati diberi tempat, tetapi bukan dengan merampas hak orang lain. Ketika kita mendapat posisi atau keuntungan, pastikan itu tidak merugikan orang lain, melainkan sejalan dengan kebaikan bersama.
Tuhan, ajarlah aku untuk menerima bagianku dengan adil dan tidak pernah mengambil hak orang lain. Amin.