Pembagian Tanah untuk TUHAN
Yehezkiel 45:1
Aturan Tempat Kudus dan Keadilan
PerikopTanah untuk Persembahan Khusus · Yehezkiel 45:1-20 →““Ketika kamu mengundi atas negeri untuk menjadi warisan, kamu akan memisahkan bagi TUHAN suatu bagian dari negeri sebagai suatu bagian yang kudus, panjangnya akan sepanjang 25 ribu hasta dan lebarnya seribu hasta. Bagian ini akan menjadi kudus sampai di semua batasnya yang mengelilinginya.”Yehezkiel 45:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Pada waktu kamu membagi- bagi negeri itu menjadi milik pusakamu dengan jalan mengundi, kamu harus mengkhususkan sebidang dari tanah itu menjadi persembahan khusus yang kudus bagi TUHAN, panjangnya dua puluh lima ribu hasta dan lebarnya dua puluh ribu hasta. Seluruh tanah yang di dalam batas ini adalah kudus.”Yehezkiel 45:1 · TB
Terjemahan Baru
“Sebelum tanah itu dibagi-bagikan untuk menjadi tanah pusaka bagi setiap suku, harus dipisahkan satu bagian untuk TUHAN. Tanah itu panjangnya harus 12,5 kilometer, dan lebarnya 10 kilometer. Seluruh daerah itu dinyatakan suci.”Yehezkiel 45:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Moreover, when ye shall divide by lot the land for inheritance, ye shall offer an oblation unto the LORD, an holy portion of the land: the length shall be the length of five and twenty thousand reeds, and the breadth shall be ten thousand. This shall be holy in all the borders thereof round about.”Yehezkiel 45:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 45:1?
Yehezkiel 45:1 menggambarkan pembagian tanah Israel di masa depan, di mana sebagian tanah dikhususkan sebagai bagian kudus untuk TUHAN. Ukurannya 25.000 hasta panjang dan 10.000 hasta lebar, dan seluruh wilayah itu dianggap kudus. Ini menunjukkan bahwa Allah menginginkan ruang khusus yang dipisahkan bagi kemuliaan-Nya di tengah-tengah umat-Nya.
Latar belakang
Peraturan Pembagian Tanah
Allah memberikan instruksi rinci tentang pembagian tanah Israel ketika umat kembali dari pembuangan. Sebagian tanah harus dikhususkan sebagai bagian kudus untuk TUHAN, dengan ukuran panjang 25.000 hasta dan lebar 10.000 hasta (atau 1.000 hasta menurut teks). Ini menunjukkan bahwa tempat kudus Allah harus memiliki tempat khusus di tengah-tengah negeri.
Di mana
Babilonia
Penglihatan, di tepi Sungai Kebar
Kapan
~573 SM
Pembuangan Babilonia
Yang berbicara
Tuhan ALLAH
Allah Israel, berbicara melalui Nabi Yehezkiel
Kepada
Nabi Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan Babilonia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גּוֹרָל
goral · mengundi
undi atau lot, digunakan untuk membagi warisan
נַחֲלָה
nachalah · warisan
milik pusaka yang diwariskan
קֹדֶשׁ
qodesh · kudus
terpisah, dikhususkan untuk Allah
Ketiga kata ini menekankan bahwa pembagian tanah bukan sekadar pembagian properti, tetapi tindakan iman: tanah yang diwariskan harus mencerminkan kekudusan Allah dengan menyediakan bagian khusus bagi-Nya.
Tahukah kamu
Ukuran Hasta
Satu hasta biasanya sekitar 45-50 cm, jadi 25.000 hasta bisa mencapai 11-12 kilometer. Ini bukan tanah kecil, melainkan area yang sangat luas untuk tempat kudus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 45:1
Bilangan 35:2-3
kota untuk imam
“Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya dari milik pusakanya mereka memberikan kota-kota kepada orang Lewi untuk didiami...”
Yehezkiel 48:8-9
persembahan khusus
“Di samping perbatasan Yehuda, dari sisi timur sampai sisi barat, harus ada persembahan khusus yang kamu khususkan, lebarnya dua puluh lima ribu hasta...”
Mazmur 16:5
Tuhan sebagai warisan
“TUHAN adalah bagian warisanku dan pialaku; Engkau sendirilah yang meneguhkan bagianku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 45:1
✕ Sering dikira
Bagian kudus ini adalah tanah untuk Bait Suci secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah bagian untuk tempat kudus dan imam, tetapi juga termasuk Ruang Mahakudus dan area sekitarnya, bukan hanya bangunan.
✕ Sering dikira
Pembagian ini langsung terjadi setelah pembuangan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah penglihatan nubuat tentang tatanan masa depan, bukan realitas langsung pada zaman Yehezkiel.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 45:1
Seperti Israel menyisihkan tanah untuk Tuhan, kita juga perlu menyisihkan waktu, tempat, dan sumber daya secara khusus untuk Tuhan. Ini mengingatkan kita untuk memberi prioritas pada hal-hal rohani dalam hidup kita.
Tuhan, ajari kami untuk menyisihkan yang terbaik bagi-Mu dalam hidup kami, sebagai tanda hormat dan kasih kami kepada-Mu. Amin.