Kuburan Elam di Dunia Orang Mati
Yehezkiel 32:25
Ratapan untuk Mesir dan Bangsa-Bangsa
“Mereka telah menyiapkan tempat tidur baginya di antara orang-orang yang terbunuh beserta seluruh rakyatnya. Kuburan-kuburannya ada di sekelilingnya, mereka semua tidak bersunat, terbunuh oleh pedang. Meskipun kengerian mereka tersebar di negeri orang-orang hidup, tetapi mereka telah menanggung aib mereka bersama mereka yang turun ke liang kubur. Mereka diletakkan di tengah-tengah orang-orang yang terbunuh.””Yehezkiel 32:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Di tengah orang-orang yang mati terbunuh disediakan tempat tidur baginya dengan seluruh rakyatnya yang banyak sekeliling kuburnya; mereka semuanya orang-orang yang tidak disunat, mati terbunuh oleh pedang. Yehezkiel 32.26–28 161 Oleh sebab ketakutan terhadap mereka sudah ditimbulkan di dunia orang-orang hidup, dan mereka menanggung nodanya bersama orang-orang yang turun ke liang kubur; mereka ditempatkan di tengah orang-orang yang mati terbunuh.”Yehezkiel 32:25 · TB
Terjemahan Baru
“(32:24)”Yehezkiel 32:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“They have set her a bed in the midst of the slain with all her multitude: her graves are round about him: all of them uncircumcised, slain by the sword: though their terror was caused in the land of the living, yet have they borne their shame with them that go down to the pit: he is put in the midst of them that be slain.”Yehezkiel 32:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 32:25?
Ayat ini menggambarkan Elam dan pasukannya di alam maut, dikelilingi kuburan mereka. Meskipun mereka pernah menimbulkan kengerian di bumi, mereka sekarang terbaring tak bersunat, terbunuh oleh pedang, dan menanggung aib. Ini menunjukkan bahwa kekuatan duniawi tidak menyelamatkan dari penghakiman Allah.
Latar belakang
Elam dalam Dunia Orang Mati
Yehezkiel menggambarkan Elam dan rakyatnya yang telah mati terbunuh oleh pedang, kini berada di dunia orang mati. Mereka tidak bersunat dan telah menanggung aib mereka, meskipun pernah menebarkan kengerian di bumi. Di sana, mereka mendapatkan tempat tidur di antara orang-orang yang terbunuh, menunjukkan kehinaan mereka.
Di mana
Tel Aviv, Babel
Di pemukiman buangan, dekat Sungai Kebar
Kapan
~585 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi, diasingkan ke Babel
Kepada
Orang-orang buangan Yehuda
Masyarakat Yehuda di pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִשְׁכָּב
mishkav · tempat tidur
tempat berbaring, ranjang, atau kuburan
כְּלִמָּה
kelimah · aib
rasa malu atau penghinaan
קֶבֶר
qever · kuburan
makam atau kuburan
Kata 'mishkav' menunjukkan kuburan sebagai tempat tidur, dan 'kelimah' menegaskan kehinaan. Jadi, kematian Elam bukan sekadar kematian fisik, tetapi juga pengalaman malu dan penghinaan di hadapan bangsa-bangsa.
Tahukah kamu
Elam dan Anshan
Elam adalah kerajaan kuno di wilayah Iran sekarang, dengan ibu kota Susan (Susa). Mereka memiliki peradaban maju dan sering menjadi ancaman bagi Babel dan Asyur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 32:25
Yesaya 14:11
Aib di Sheol
“Ke bawah ke dunia orang mati engkau dibawa, ke tempat yang paling dalam dari liang kubur.”
Yehezkiel 28:10
Kematian orang tak bersunat
“Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, oleh tangan orang asing.”
Mazmur 49:14
Maut sebagai gembala
“Seperti domba mereka dicampakkan ke dalam dunia orang mati; maut akan menjadi gembala mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 32:25
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya tentang nasib Elam secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran simbolis tentang kehinaan akibat keangkuhan, dan peringatan bagi Mesir.
✕ Sering dikira
Mengira tempat tidur berarti Elam mendapat kehormatan.
✓ Yang sebenarnya
Tempat tidur di sini adalah kuburan, dan justru menunjukkan kehinaan karena berada bersama orang-orang yang terbunuh.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 32:25
Kita mungkin berpikir bahwa kekuasaan atau reputasi kita akan melindungi kita, tetapi pada akhirnya semua orang akan menghadapi penghakiman Allah. Mari kita hidup rendah hati dan takut akan Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan sendiri.
Tuhan, ajarlah kami untuk tidak menyombongkan diri dalam kekuatan duniawi, tetapi hidup dalam ketergantungan pada-Mu setiap hari. Amin.