Firman Kedua

Yehezkiel 32:17

Ratapan atas Kejatuhan Mesir

Pada tahun kedua belas, pada bulan kedua belas, pada hari kelima belas bulan itu, firman TUHAN datang kepadaku, kata-Nya,

Yehezkiel 32:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 32:17?

Yehezkiel 32:17 mencatat bahwa pada tahun kedua belas, bulan kedua belas, tanggal lima belas, firman TUHAN datang lagi kepada Yehezkiel. Ini menandai bahwa meskipun sudah banyak nubuat, Tuhan terus berkomunikasi dan memberikan wahyu baru tentang kehancuran Mesir.

Latar belakang

Dua minggu kemudian

Hampir dua minggu setelah firman pertama, Tuhan kembali berbicara kepada Yehezkiel. Ini menunjukkan urgensi dan keseriusan pesan tentang Mesir.

Di mana

Babilon

Di antara para buangan, dekat sungai Kebar

Kapan

~585 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ratapan pertama
Peringatan untuk Mesir
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel, berdaulat atas bangsa-bangsa

Y

Kepada

Yehezkiel

Nabi di pembuangan, ~30 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דָּבָר

davar · firman

perkataan, pesan dari Tuhan

הָיָה

hayah · datang

terjadi, menjadi nyata

אֵלַי

elai · kepadaku

kepada saya, menunjuk kepada nabi

Firman Tuhan bukan sekadar ide, tetapi realitas yang 'terjadi' dan secara pribadi dialamatkan kepada nabi, menegaskan otoritas dan kedekatan-Nya.

Tahukah kamu

Penanggalan yang presisi

Ayat ini mencatat tanggal spesifik, menunjukkan bahwa Yehezkiel menyimpan catatan kronologis yang teliti tentang penglihatannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 32:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 32:17

✕  Sering dikira

Tanggal menunjukkan nubuat ini hanya untuk masa itu

✓  Yang sebenarnya

Tanggal menegaskan historisitas, tetapi pesannya tetap relevan sebagai penghakiman Allah.

✕  Sering dikira

Firman Tuhan datang tanpa peran nabi

✓  Yang sebenarnya

Yehezkiel adalah penerima aktif yang menyampaikan pesan itu.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 32:17

Tuhan tidak pernah berhenti berbicara kepada kita. Kesetiaan dalam mendengarkan suara-Nya adalah kunci untuk menerima bimbingan yang tepat waktu dari Tuhan.

Tuhan, jadikan aku peka mendengar suara-Mu setiap hari, dan beri aku hati untuk menaati firman-Mu. Amin.