Zaman Raja Yosia

Yeremia 1:2

Firman yang Datang di Zaman Yosia

yang kepadanya firman TUHAN datang pada zaman Yosia, anak Amon, raja Yehuda, pada tahun ketiga belas pemerintahannya.

Yeremia 1:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 1:2?

Firman TUHAN datang kepada Yeremia pada tahun ketiga belas pemerintahan Yosia, raja Yehuda. Ini menunjukkan bahwa Allah berbicara pada waktu tertentu dan melalui orang yang telah dipilih-Nya, bahkan di tengah situasi politik yang kompleks.

Latar belakang

Waktu Panggilan Yeremia

Ayat ini mencatat tahun ketiga belas pemerintahan Yosia, yang sekitar tahun 626 SM. Ini adalah masa ketika Yeremia mulai menerima firman TUHAN.

Di mana

Yerusalem

Dalam konteks pengantar kitab, mungkin di rumah atau sedang menulis

Kapan

~626 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yosia menjadi raja
Pembaharuan Yosia
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis kitab Yeremia

Sekretaris atau murid Yeremia, mungkin Barukh

P

Kepada

Pembaca kitab

Umat Yehuda dan semua pembaca Alkitab

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דְּבַר

devar · firman

perkataan, firman

יֹאשִׁיָּהוּ

Yoshiyahu · Yosia

TUHAN menyokong

מֶלֶךְ

melekh · memerintah

memerintah, menjadi raja

Firman TUHAN datang pada waktu tertentu dalam sejarah, menunjukkan bahwa Tuhan berbicara dalam konteks nyata.

Tahukah kamu

Panggilan di Usia Muda

Yeremia mungkin masih remaja saat dipanggil, karena ia sendiri berkata 'aku masih muda' di ayat 6.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 1:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 1:2

✕  Sering dikira

Yeremia sudah tua saat dipanggil

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini tidak menyebut usia, tapi dari ayat 6 kita tahu ia masih muda.

✕  Sering dikira

Tahun ketiga belas Yosia adalah tahun yang sama dengan pembaharuan

✓  Yang sebenarnya

Pembaharuan terjadi beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 622 SM.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 1:2

Tuhan berbicara pada waktu-Nya, bukan waktu kita. Saat menunggu jawaban, tetaplah setia dalam keseharian, karena panggilan Allah sering datang di tengah rutinitas.

Bapa, ajari aku sabar menantikan waktu-Mu dan peka terhadap panggilan-Mu dalam hidupku, Amin.