Para pemimpin laut turun dari takhta
Yehezkiel 26:16
Nubuat melawan Tirus: kejatuhan kota dagang
“Semua pemimpin laut akan turun dari takhta mereka, menanggalkan jubah mereka, dan melepaskan pakaian-pakaian mereka yang dibordir. Mereka akan berpakaian kegentaran; mereka akan duduk di tanah, dan akan gemetar setiap saat, dan tertegun terhadapmu.”Yehezkiel 26:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Semua pemuka bangsa-bangsa yang di tepi lautan akan turun takhta dan menjauhkan jubah-jubah kerajaannya dan menanggalkan pakaiannya yang berwarna-warna. Mereka akan diliputi kegentaran dan akan duduk di tanah; mereka akan gentar senantiasa dan kaget melihat engkau.”Yehezkiel 26:16 · TB
Terjemahan Baru
“Melihat nasibmu, raja-raja dari bangsa-bangsa di tepi laut akan bangkit dari takhta, menanggalkan jubah kebesaran dan baju mereka yang bersulam, lalu duduk gemetaran di tanah. Mereka akan sangat ketakutan sehingga tak dapat tenang.”Yehezkiel 26:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then all the princes of the sea shall come down from their thrones, and lay away their robes, and put off their broidered garments: they shall clothe themselves with trembling; they shall sit upon the ground, and shall tremble at every moment, and be astonished at thee.”Yehezkiel 26:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 26:16?
Para pemimpin laut akan turun dari takhta mereka, melepaskan pakaian kebesaran, dan duduk di tanah dengan gemetar. Ini adalah sikap berkabung dan terkejut atas kehancuran Tirus, yang menunjukkan betapa hebatnya kota itu dan betapa dahsyatnya kejatuhannya. Mereka yang dulu hidup mewah kini meratap.
Latar belakang
Ratapan para pemimpin laut
Yehezkiel menyampaikan firman Tuhan tentang kehancuran Tirus. Para pemimpin bangsa-bangsa yang bergantung pada perdagangan laut akan turun dari takhta dan berkabung karena kejatuhan Tirus, yang selama ini menjadi pusat ekonomi.
Di mana
Babilonia
Di tepi Sungai Kebar, tempat pengasingan
Kapan
~587 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan, ~30 tahun
Kepada
Pembaca/pendengar
Orang-orang buangan di Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׂרִים
sarim · pemimpin
para pemimpin, pejabat tinggi, pangeran
יָם
yam · laut
laut, danau besar, arah barat
יָרַד
yarad · turun
turun, turun ke bawah
Kata 'turun' menunjukkan kehancuran total: para penguasa yang duduk di takhta tinggi akan turun ke tanah, melambangkan status dan kekuasaan mereka yang runtuh.
Tahukah kamu
Takhta yang diguncang
Istilah 'pemimpin laut' mungkin merujuk pada raja-raja kota pantai yang menjadi mitra dagang Tirus, bukan sekadar nelayan atau pelaut.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 26:16
Yesaya 23:8
Kehancuran Tirus
“Siapakah yang merancang ini terhadap Tirus, kota yang mengenakan mahkota, yang saudagar-saudagarnya adalah pembesar-pembesar dan pedagang-pedagangnya adalah orang-orang terhormat di bumi?”
Wahyu 18:9
Ratapan pemimpin
“Raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kemewahan dengan dia, akan menangis dan meratap karena dia, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya.”
Ayub 2:13
Duduk di tanah
“Lalu mereka duduk di tanah bersama-sama dia tujuh hari tujuh malam lamanya, dan tidak ada seorang pun yang berkata apa-apa kepadanya, karena mereka melihat betapa berat penderitaannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 26:16
✕ Sering dikira
Para pemimpin laut ini adalah nabi atau tokoh agama.
✓ Yang sebenarnya
Mereka adalah raja-raja atau penguasa kota-kota pelabuhan yang bergantung pada perdagangan dengan Tirus.
✕ Sering dikira
Mereka turun dari takhta dan melepas jubah sebagai tanda berkabung biasa, bukan sesuatu yang dramatis.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran simbolis tentang kejatuhan kekuasaan dan kemuliaan mereka, bukan sekadar duka biasa.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 26:16
Kekayaan dan kedudukan duniawi bisa lenyap seketika. Kita tidak boleh mengandalkan hal-hal itu untuk merasa aman, tetapi harus memiliki perspektif kekekalan dan mengandalkan Tuhan yang tidak berubah.
Tuhan, kiranya aku tidak terpikat oleh kemuliaan dunia, tetapi berpegang teguh pada janji-Mu yang kekal. Amin.