Setelah Membunuh Anak
Yehezkiel 23:39
Kekejian yang Mencemari Ibadah
PerikopOhola dan Oholiba · Yehezkiel 23:1-49 →“Sebab, setelah mereka selesai menyembelih anak-anak mereka untuk berhala-berhala mereka, mereka lalu masuk ke tempat kudus-Ku pada hari yang sama untuk mencemarkannya; dan lihatlah, itulah yang mereka lakukan di dalam rumah-Ku.””Yehezkiel 23:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan sedang mereka menyembelih anak-anak mereka untuk berhala- berhalanya, mereka datang pada hari itu ke tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusannya. Sungguh, inilah yang dilakukan mereka di dalam rumah-Ku.”Yehezkiel 23:39 · TB
Terjemahan Baru
“Pada hari mereka membunuh anak-anak-Ku dan mempersembahkannya kepada berhala-berhala, kedua kakak beradik itu datang ke Rumah-Ku dan mencemarkannya!”Yehezkiel 23:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For when they had slain their children to their idols, then they came the same day into my sanctuary to profane it; and, lo, thus have they done in the midst of mine house.”Yehezkiel 23:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 23:39?
Ayat ini menggambarkan kemunafikan yang parah: setelah mempersembahkan anak-anak mereka kepada berhala, mereka tetap masuk ke bait suci Tuhan pada hari yang sama untuk beribadah. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh bertobat dan menganggap remeh kekudusan Allah.
Latar belakang
Kekejian di Bait Suci
Ayat ini mengungkapkan kekejian yang parah: setelah mempersembahkan anak-anak mereka kepada berhala dalam upacara yang mengerikan, mereka masuk ke bait suci pada hari yang sama untuk mencemarkannya. Ini menunjukkan penghinaan total terhadap Allah dan tempat kudus-Nya, menggabungkan pembunuhan anak dengan penodaan bait suci.
Di mana
Babel
Di antara para buangan, merenungkan praktik penyembahan yang mengerikan di Yerusalem
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang menyatakan kekejian umat-Nya, menunjukkan kontras antara penyembahan palsu dan hadirat-Nya.
Kepada
Yehezkiel
Nabi yang menerima wahyu tentang dosa dan konsekuensinya.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁחַט
shachat · menyembelih
membunuh hewan (atau manusia) untuk kurban, sering kali dalam konteks ritual.
גִּלּוּלִים
gillulim · berhala-berhala
dewa-dewa palsu, biasanya digambarkan sebagai patung yang menjijikkan.
מִקְדָּשׁ
miqdash · tempat kudus
tempat kudus, tempat tinggal Allah di tengah umat-Nya.
Kombinasi 'menyembelih' anak untuk berhala dan kemudian memasuki 'tempat kudus' menunjukkan kekejaman dan penghinaan tertinggi terhadap Allah, karena mereka mencampur pembunuhan yang mengerikan dengan ibadah yang seharusnya kudus.
Tahukah kamu
Kontras yang Mengerikan
Pada zaman Perjanjian Lama, anak-anak dipersembahkan kepada dewa Molokh dengan api, dan bait suci adalah tempat paling kudus di bumi; memasukinya setelah ritual seperti itu adalah puncak penghinaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 23:39
Imamat 20:2
Larangan kurban anak
“Siapa pun dari orang Israel yang mempersembahkan anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati.”
2 Raja-raja 21:4-5
Penodaan bait
“Ia membangun mezbah-mezbah di rumah TUHAN, padahal TUHAN telah berfirman: 'Di Yerusalem Aku akan menaruh nama-Ku.'”
Yehezkiel 36:21
Nama kudus dinajiskan
“Tetapi Aku merasa sayang akan nama-Ku yang kudus, yang telah dinajiskan oleh kaum Israel.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 23:39
✕ Sering dikira
Menganggap 'menyembelih anak-anak' sebagai hyperbole, padahal itu adalah praktik nyata yang dikutuk Allah.
✓ Yang sebenarnya
Bukti sejarah dan alkitabiah menunjukkan praktik kurban anak memang terjadi di Yehuda.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa masuk ke bait suci setelah kurban adalah kelalaian, bukan tindakan yang disengaja untuk mencemarkan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah tindakan provokatif yang terang-terangan menghina Allah dan tempat kudus-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 23:39
Kita mungkin tidak menyembah berhala secara harfiah, tetapi kita bisa datang ke gereja dengan dosa yang belum diakui, berpura-pura kudus. Tuhan menginginkan hati yang tulus, bukan sekadar ritual.
Tuhan, ampunilah kemunafikan kami; berikanlah hati yang murni dan tulus dalam setiap ibadah kami. Amin.