Kekejian yang Diadili
Yehezkiel 23:37
Hukuman atas Dua Perempuan Mesum
PerikopOhola dan Oholiba · Yehezkiel 23:1-49 →“Sebab, mereka telah melakukan perzinaan, dan darah ada di tangan mereka. Dengan berhala-berhala mereka, mereka telah melakukan perzinaan, dan bahkan membuat anak-anak laki-laki mereka, yang mereka lahirkan untuk Aku, melintasi api sebagai makanan bagi berhala-berhala itu.”Yehezkiel 23:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab mereka berzinah, tangan mereka berlumuran darah dan mereka berzinah dengan menyembah berhala- berhalanya, bahkan anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersembahkannya sebagai korban Yehezkiel 23.38–42 117 dalam api kepada berhala-berhalanya menjadi makanan.”Yehezkiel 23:37 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka telah melakukan perzinahan dan pembunuhan; mereka telah berzinah dengan berhala-berhala dan membunuh anak-anak-Ku yang mereka lahirkan. Anak-anak itu telah mereka persembahkan kepada berhala-berhala mereka.”Yehezkiel 23:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“That they have committed adultery, and blood is in their hands, and with their idols have they committed adultery, and have also caused their sons, whom they bare unto me, to pass for them through the fire, to devour them.”Yehezkiel 23:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 23:37?
Ayat ini menuduh dua saudara yang melambangkan Samaria dan Yerusalem melakukan perzinahan rohani dengan menyembah berhala dan mengorbankan anak-anak mereka dalam api. Mereka telah melanggar perjanjian dengan Tuhan, yang diibaratkan sebagai perzinahan, dan darah anak-anak mereka menodai tangan mereka.
Latar belakang
Menghakimi Dua Saudari
Allah memerintahkan Yehezkiel untuk menghakimi Ohola (Samaria) dan Oholiba (Yerusalem), dua saudari yang melambangkan kerajaan Israel dan Yehuda. Mereka dituduh melakukan perzinaan rohani dengan menyembah berhala dan bersekutu dengan bangsa-bangsa asing, bahkan sampai mengorbankan anak-anak mereka.
Di mana
Babel
Di antara para buangan Yahudi di sepanjang sungai Kebar
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang menyatakan dosa dan hukuman melalui nabi Yehezkiel.
Kepada
Yehezkiel
Imam dan nabi buangan di Babel, dipanggil untuk menyampaikan firman Allah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָאוֹף
na'of · perzinaan
tindakan perselingkuhan, baik secara fisik maupun rohani, melanggar perjanjian.
דָּם
dam · darah
nyawa yang tertumpah, menunjukkan kesalahan berat dan kekerasan.
גִּלּוּלִים
gillulim · berhala-berhala
patung dewa palsu, sering dipakai untuk mengejek kejijikan penyembahan berhala.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa dosa Israel bersifat ganda: ketidaksetiaan kepada Allah (perzinaan rohani) dan kekerasan terhadap sesama (darah), yang berakar pada penyembahan berhala.
Tahukah kamu
Nama yang Berbicara
Nama Ohola berarti 'kemahnya sendiri' dan Oholiba 'kemahku di dalamnya', merujuk pada tempat ibadah yang menyimpang dari pusat ibadah di Yerusalem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 23:37
Yehezkiel 16:38
Hukuman serupa
“Aku akan menjatuhkan hukuman atasmu dengan hukuman para perempuan yang berzina dan menumpahkan darah.”
Hosea 2:4
Perzinaan rohani
“Aku tidak akan mengasihi anak-anak mereka, sebab mereka adalah anak-anak persundalan.”
2 Raja-raja 16:3
Persembahan anak
“Bahkan ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 23:37
✕ Sering dikira
Menganggap perzinaan di sini hanya soal dosa seksual harfiah, padahal itu metafora untuk penyembahan berhala.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran tentang perselingkuhan rohani, yaitu meninggalkan Allah dan mengikuti allah lain.
✕ Sering dikira
Melewatkan pengorbanan anak sebagai hal yang terpisah, padahal itu bagian dari kekejian yang disebutkan.
✓ Yang sebenarnya
Mengorbankan anak adalah puncak kekejian, menunjukkan betapa dalamnya penyimpangan mereka.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 23:37
Kita mungkin tidak mengorbankan anak secara harfiah, tetapi ketika kita menempatkan sesuatu di atas Tuhan—entah karier, hobi, atau hubungan—kita sedang 'berzina' secara rohani. Mari periksa prioritas kita dan pastikan Tuhan tetap di tempat pertama.
Tuhan, ampunilah kami jika kami telah menempatkan berhala di hati kami; murnikan kami dan pulihkan kasih kami yang pertama kepada-Mu. Amin.