Mencari yang Berdiri di Celah
Yehezkiel 22:31
Hukuman atas Yerusalem yang Berdarah
PerikopYehezkiel Berbicara terhadap Yerusalem · Yehezkiel 22:1-31 →“Karena itu, Aku telah mencurahkan kegeraman-Ku ke atas mereka dan melahap mereka dengan api murka-Ku. Aku telah membalaskan jalan mereka ke atas kepala mereka,” firman Tuhan ALLAH.”Yehezkiel 22:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka Aku mencurahkan geram-Ku atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaan-Ku; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH."”Yehezkiel 22:31 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab itu sekarang Kulepaskan kemarahan-Ku terhadap mereka, dan seperti api Aku akan membinasakan mereka karena segala perbuatan mereka. Aku TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara."”Yehezkiel 22:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Therefore have I poured out mine indignation upon them; I have consumed them with the fire of my wrath: their own way have I recompensed upon their heads, saith the Lord GOD.”Yehezkiel 22:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 22:31?
Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya dosa Israel di mata Tuhan: tidak ada seorang pun yang mau menjadi perantara atau membangun pertahanan rohani untuk mencegah kehancuran. Akibatnya, murka Tuhan dicurahkan, dan mereka menuai konsekuensi dari perbuatan mereka sendiri.
Latar belakang
Tidak Ada yang Berdiri di Celah
Allah mencari satu orang yang mau membangun tembok dan berdiri di celah untuk mencegah penghancuran Yerusalem, tetapi tidak menemukannya. Ayat ini adalah klimaks dari dakwaan atas dosa Israel, menunjukkan keseriusan murka Allah dan kebutuhan akan perantara.
Di mana
Babilonia
Di tepi sungai Kebar, tempat pembuangan
Kapan
~590 SM
Pembuangan Babilonia
Yang berbicara
Allah
Penuh murka dan kasih, mencari perantara bagi umat-Nya
Kepada
Nabi Yehezkiel
Nabi di pembuangan, saksi keadilan Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּקַשׁ
baqash · mencari
berusaha menemukan, menuntut, menginginkan
גָּדֵר
gader · tembok
dinding atau pagar yang memberikan perlindungan
פֶּרֶץ
perets · celah
retakan, robekan, atau lubang yang membahayakan
Ketiga kata ini bersama-sama menggambarkan kebutuhan akan pemimpin yang secara proaktif mencari, membangun, dan menjaga kota dari kehancuran. Ini adalah panggilan syafaat yang aktif, bukan hanya doa yang pasif.
Tahukah kamu
Tembok Pertahanan Rohani
Dalam budaya Timur Tengah kuno, celah di tembok berarti titik rentan bagi serangan musuh. Berdiri di celah adalah tindakan defensif yang berbahaya, tetapi juga merupakan tindakan syafaat yang berani.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 22:31
Yesaya 59:16
tidak ada perantara
“Ia melihat bahwa tidak ada seorang pun, dan Ia heran karena tidak ada yang menjadi perantara.”
Mazmur 106:23
berdiri di celah
“Maka Ia berkata hendak memusnahkan mereka, kalau bukan Musa, orang pilihan-Nya, yang berdiri di depan-Nya dalam celah itu.”
Yehezkiel 13:5
membangun tembok
“Kamu tidak maju menghadapi musuh-musuh Israel, dan tidak mendirikan tembok di sekeliling kaum Israel.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 22:31
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berbicara tentang nabi Yehezkiel secara pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran tentang kebutuhan akan pemimpin rohani yang rela menjadi perantara bagi umat.
✕ Sering dikira
Allah mencari ideal yang mustahil, jadi tidak ada harapan.
✓ Yang sebenarnya
Allah benar-benar mendambakan syafaat; Dia menyediakan jalan melalui Kristus sebagai perantara sempurna.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 22:31
Tuhan mencari orang-orang yang berani berdiri di celah untuk mendoakan dan membela orang lain. Sudahkah kita menjadi pendoa syafaat bagi keluarga, komunitas, atau bangsa kita? Jika tidak, mari mulai berdoa bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Tuhan, mampukan aku menjadi pendoa syafaat yang berdiri di celah bagi orang-orang di sekitarku, dan jangan biarkan aku menjadi penyebab murka-Mu turun. Amin.