Imam yang menajiskan

Yehezkiel 22:26

Dosa Para Imam

PerikopYehezkiel Berbicara terhadap Yerusalem · Yehezkiel 22:1-31 →
““Imam-imamnya telah memerkosa hukum-Ku dan telah menajiskan barang-barang kudus-Ku. Mereka tidak memisahkan yang kudus dan yang najis, dan mereka tidak mengetahui perbedaan antara yang haram dan tahir, dan mereka menyembunyikan mata mereka dari hari-hari Sabat-Ku, dan Aku dinajiskan di antara mereka.””

Yehezkiel 22:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 22:26?

Para imam gagal membedakan yang kudus dan najis, serta tidak mengajarkan hukum Taurat dengan benar. Mereka menajiskan hal-hal kudus dan mengabaikan hari Sabat. Ini menyebabkan Allah dinajiskan di tengah umat-Nya.

Latar belakang

Imam menginjak-injak hukum

Imam-imam yang seharusnya menjaga kekudusan justru melanggar hukum Taurat. Mereka tidak membedakan yang kudus dan najis, mengabaikan hari Sabat, dan menajiskan nama Tuhan di hadapan umat.

Di mana

Tel Aviv, Babilonia

Di tepi sungai Kebar, tempat pengasingan

Kapan

~593 SM

Pembuangan Babilonia

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Jatuhnya Yerusalem
Kebinasaan Yerusalem
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Tuhan yang kudus, murka atas kekudusan yang dilanggar

Y

Kepada

Yehezkiel

Nabi di pembuangan, sekitar 30 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָמַס

chamaz · memerkosa

Melakukan kekerasan, merusak, atau melanggar dengan kasar

תּוֹרָה

torah · hukum

Pengajaran atau hukum Tuhan, Taurat

חָלַל

chalal · menajiskan

Membuat najis, mencemarkan, atau melanggar kekudusan

Kata 'chamaz' dan 'chalal' bersama-sama menunjukkan imam-imam secara aktif melanggar dan menajiskan hal-hal kudus; bukan sekadar lalai, tetapi sengaja merusak.

Tahukah kamu

Kata 'memerkosa' yang keras

Bahasa aslinya 'chamaz' berarti 'melakukan kekerasan' atau 'memperkosa'; ini menunjukkan pelanggaran hukum yang sangat serius, bukan sekadar kelalaian.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 22:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 22:26

✕  Sering dikira

Hari Sabat hanya soal aturan ibadah, tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Sabat adalah tanda perjanjian dan kekudusan; mengabaikannya berarti meremehkan Tuhan.

✕  Sering dikira

Membedakan kudus dan najis hanya soal makanan.

✓  Yang sebenarnya

Ini prinsip kekudusan yang mencakup semua aspek hidup, termasuk penyembahan dan moral.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 22:26

Pemimpin rohani harus menjaga kekudusan dan mengajarkan kebenaran dengan setia. Kita juga dipanggil untuk menghormati hal-hal kudus dan hidup dalam kekudusan, bukan asal-asalan dalam ibadah.

Ya Tuhan, mampukan kami untuk menghargai kekudusan-Mu dan hidup setia pada firman-Mu, agar nama-Mu dimuliakan. Amin.