Pedang di Tangan Pembunuh

Yehezkiel 21:11

Pedang Tuhan yang Dihunus

PerikopBabel, Pedang · Yehezkiel 21:1-27 →
“Pedang itu diserahkan untuk digosok supaya dapat digenggam. Pedang itu diasah dan digosok untuk diserahkan ke tangan pembunuh.’””

Yehezkiel 21:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 21:11?

Pedang yang telah digosok dan diasah diserahkan ke tangan pembunuh, menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan bangsa Babel sebagai alat hukuman. Pedang itu siap dipakai untuk menghukum umat yang memberontak. Ini menekankan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah dan bangsa-bangsa, bahkan dalam menghadirkan hukuman.

Latar belakang

Pedang yang Siap Digunakan

Ayat ini menegaskan bahwa pedang telah diserahkan ke tangan pembunuh, yaitu Babel, sebagai alat penghakiman. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memegang kendali atas sejarah.

Di mana

Babel

Di tengah komunitas buangan

Kapan

~590 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Yerusalem
Pengepungan Yerusalem
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan (Allah)

Allah yang berfirman melalui nabi

N

Kepada

Nabi Yehezkiel

Nabi di pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לָתֶפֶשׂ

latefes · digenggam

memegang erat, menggenggam

טְוֺשָׁה

tevosha · diasah

mengasah sampai tajam

מָרָטָה

marata · digosok

menggosok sampai mengilap

Pedang yang digenggam menekankan bahwa penghakiman sudah siap dan akan segera dilaksanakan; tidak ada yang bisa menghalangi.

Tahukah kamu

Arkeologi Pedang

Pedang zaman Babel biasanya terbuat dari besi atau perunggu, dan digosok agar mengilap untuk menakuti musuh.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 21:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 21:11

✕  Sering dikira

Babel bertindak di luar kendali Tuhan.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan yang menyerahkan pedang ke tangan mereka.

✕  Sering dikira

Pedang ini hanya untuk Israel, bukan bangsa lain.

✓  Yang sebenarnya

Nanti dipakai juga untuk Amon (ay. 28).

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 21:11

Tuhan bisa menggunakan siapa saja, bahkan orang yang tidak mengenal Dia, untuk melaksanakan kehendak-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa rencana Allah selalu berjalan, dan kita harus tetap setia di dalam Dia.

Tuhan, aku percaya Engkau berdaulat atas segala sesuatu, termasuk bangsa-bangsa. Ajar aku untuk setia kepada-Mu dalam setiap keadaan. Amin.