Pertanyaan Retoris: Akan Berhasil?
Yehezkiel 17:9
Perumpamaan Dua Elang dan Pohon Anggur
PerikopBurung Rajawali dan Kebun Anggur · Yehezkiel 17:1-10 →““Katakanlah: beginilah firman Tuhan ALLAH, ‘Apakah pohon itu akan berkembang? Tidakkah ia akan mencabut akar-akarnya, dan memotong buahnya, sehingga ia menjadi layu, sehingga semua daun mudanya menjadi layu? Tidak diperlukan lengan yang kuat atau banyak orang untuk mencabut pohon itu dari akar-akarnya.”Yehezkiel 17:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah itu akan berhasil? Apakah orang tidak akan mencabut akar-akarnya dan menyentakkan buahnya, sehingga semua ulamnya yang baru menjadi kering? Tidak usah tangan yang kuat dan banyak orang untuk mencabut dia dengan akar-akarnya.”Yehezkiel 17:9 · TB
Terjemahan Baru
“Maka, Aku, TUHAN Yang Mahatinggi, bertanya: Dapatkah pohon anggur itu hidup dan berkembang? Tidakkah burung rajawali yang pertama akan mencabut dia dengan akar-akarnya, merenggut buahnya, mematahkan dahan-dahannya dan membiarkan dia layu? Tidak diperlukan banyak tenaga atau bangsa yang perkasa untuk mencabut pohon itu sampai ke akar-akarnya.”Yehezkiel 17:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Say thou, Thus saith the Lord GOD; Shall it prosper? shall he not pull up the roots thereof, and cut off the fruit thereof, that it wither? it shall wither in all the leaves of her spring, even without great power or many people to pluck it up by the roots thereof.”Yehezkiel 17:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 17:9?
Ayat ini adalah pertanyaan retoris dari Allah yang menyatakan bahwa pohon anggur yang tidak setia tidak akan berkembang. Allah akan mencabut akar-akarnya dan memotong buahnya sehingga menjadi layu. Ini menunjukkan bahwa Yehuda akan dihukum karena pengkhianatannya kepada Babel.
Latar belakang
Kehancuran yang Pasti
Tuhan mengajukan pertanyaan retoris untuk menunjukkan bahwa pohon anggur itu tidak akan berhasil. Akarnya akan dicabut, buahnya dipotong, dan menjadi layu. Ini menegaskan bahwa pemberontakan Zedekia akan berakhir dengan kehancuran total, tanpa perlu kekuatan besar untuk melakukannya, karena Allah sendiri yang akan menghukum.
Di mana
Babel
Di tepi sungai Kebar, tempat para pembuangan
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan (melalui Yehezkiel)
Allah yang berfirman, disampaikan oleh nabi Yehezkiel
Kepada
Keturunan Israel
Bangsa Israel yang sedang dalam pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צָלַח
tsalakh · berkembang
berhasil, maju, berkembang
נָתַשׁ
natash · mencabut
mencabut, merobek, menghancurkan
יָבֵשׁ
yavesh · layu
kering, layu, mati
Ketiga kata ini menggambarkan kepastian kegagalan dan hukuman. Meskipun pohon itu ditanam dengan baik, tanpa berkat Allah, ia tidak akan berkembang dan akhirnya layu. Ini mengingatkan bahwa keberhasilan sejati hanya berasal dari Allah.
Tahukah kamu
Angin Timur
Angin timur di Timur Tengah adalah angin panas dan kering yang dapat merusak tanaman, sering digunakan sebagai gambaran hukuman Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 17:9
Ayub 8:13
Orang fasik layu
“Demikianlah jalan orang yang melupakan Allah; maka lenyaplah harapan orang fasik”
Mazmur 1:4
Orang fasik tidak bertahan
“Bukan demikianlah orang fasik; ia seperti sekam yang ditiup angin”
Yeremia 17:6
Tidak berkembang
“Ia akan seperti semak bulus di padang, tidak akan mengalami datangnya keadaan baik”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 17:9
✕ Sering dikira
Pertanyaan retoris berarti tidak ada jawaban.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan itu jawabannya sudah jelas: tidak akan berhasil.
✕ Sering dikira
Pohon itu dicabut karena angin timur saja.
✓ Yang sebenarnya
Angin timur adalah alat Allah, tetapi akar masalahnya adalah pemberontakan.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 17:9
Ketidaksetiaan kita kepada Allah akan berakibat pada kehancuran. Allah menginginkan kita untuk berakar di dalam Dia, bukan pada kekuatan duniawi yang sementara. Mari kita periksa di mana kita menempatkan kepercayaan kita hari ini.
Tuhan, mampukan kami untuk berakar dalam-Mu dan setia kepada janji-janji kami, Amin.