Yehezkiel menceritakan penglihatannya kepada para buangan
Yehezkiel 11:25
Janji Pemulihan dan Hati yang Baru
PerikopJanji Pembaruan bagi Israel · Yehezkiel 11:14-25 →“Lalu, aku memberitahukan kepada orang-orang di pembuangan segala sesuatu yang telah TUHAN tunjukkan kepadaku.”Yehezkiel 11:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan aku sampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.”Yehezkiel 11:25 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu aku menceritakan kepada orang-orang buangan segala yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.”Yehezkiel 11:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then I spake unto them of the captivity all the things that the LORD had shewed me.”Yehezkiel 11:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 11:25?
Yehezkiel 11:25 menutup pasal ini dengan Yehezkiel memberitahukan kepada para orang buangan segala sesuatu yang telah Tuhan tunjukkan kepadanya. Ini menekankan peran Yehezkiel sebagai utusan Allah yang setia menyampaikan pesan ilahi, baik penghukuman maupun pengharapan, tanpa memilah-milah.
Latar belakang
Penglihatan Berakhir, Tugas Dimulai
Setelah penglihatan yang dramatis di mana Yehezkiel diangkat oleh Roh dan melihat kemuliaan TUHAN meninggalkan Yerusalem, ia 'terbangun' di Babel. Ayat ini menutup pasal tersebut dengan menunjukkan bahwa Yehezkiel tidak menyimpan penglihatan itu untuk dirinya sendiri; ia memberitahukan segala sesuatu yang Tuhan perlihatkan kepadanya kepada orang-orang buangan.
Di mana
Tel-abib, dekat Sungai Kebar, Babel
Di antara para buangan, mungkin di rumah Yehezkiel atau tempat umum
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel, sebelum kejatuhan Yerusalem
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan Babel, ~30 tahun
Kepada
Orang-orang buangan di Tel-abib
Para tawanan Yahudi di dekat Sungai Kebar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נגד
nagad · memberitahukan
menyatakan, mengumumkan, membuat dikenal
מראה
mar'eh · penglihatan
sesuatu yang terlihat, penglihatan, wahyu
ראה
ra'ah · menunjukkan
melihat, mengamati, mengalami
Ketiga kata ini menekankan bahwa penglihatan bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan wahyu yang harus dikomunikasikan. Yehezkiel adalah perantara yang setia; ia menyaksikan dan kemudian memberitakan, menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang nabi adalah menyampaikan apa yang telah dilihatnya.
Tahukah kamu
Lokasi yang Diperdebatkan
Tel-abib bukanlah kota modern Tel Aviv, tetapi sebuah pemukiman buangan di Babel. Nama 'Tel-abib' berarti 'gundukan reruntuhan' atau 'bukit gandum', dan identifikasi pastinya tidak diketahui, meskipun beberapa sarjana menghubungkannya dengan situs arkeologi dekat Nippur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 11:25
Mazmur 66:16
memberitakan karya Allah
“Marilah, dengarlah, hai semua orang yang takut akan Allah, aku akan menceritakan apa yang telah dilakukan-Nya atas diriku.”
1 Yohanes 1:3
bersaksi tentang pengalaman
“Apa yang kami lihat dan kami dengar, itu kami beritakan kepadamu, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami.”
Yesaya 21:10
menyampaikan pesan Tuhan
“Hai bangsaku yang telah dipijak-pijak dan diinjak-injak di lantai pengirikan! Apa yang kudengar dari TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah kuberitahukan kepadamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 11:25
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya mencatat bahwa Yehezkiel menceritakan semua yang dilihatnya, tanpa makna teologis apa pun.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menegaskan bahwa penglihatan nubuat tidak untuk disembunyikan, tetapi harus dibagikan untuk membangun umat. Ini menekankan tanggung jawab para nabi dan semua orang percaya untuk bersaksi tentang apa yang Tuhan nyatakan.
✕ Sering dikira
Kata 'penglihatan' di sini merujuk pada mimpi, bukan peristiwa nyata.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks nubuat Ibrani, 'penglihatan' (mar'eh) sering kali merupakan pengalaman kenabian yang nyata, bukan sekadar mimpi. Ini adalah wahyu yang diberikan Allah melalui cara supranatural, seperti yang dialami Yehezkiel sebelumnya.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 11:25
Kita juga dipanggil untuk membagikan apa yang kita pelajari dari Tuhan kepada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan pengharapan. Kejujuran dan kesetiaan dalam menyampaikan kebenaran, meski sulit, adalah wujud kasih dan tanggung jawab.
Tuhan, mampukan aku untuk menjadi saksi yang setia, dengan berani menyampaikan kebenaran-Mu kepada sesama sebagaimana Yehezkiel melakukannya. Amin.