Kematian Pelaca saat Nubuat
Yehezkiel 11:13
Tuhan Mengganti Hati Batu
PerikopNubuat Melawan Para Pemimpin · Yehezkiel 11:1-13 →“Dan terjadilah, sementara aku sedang bernubuat, Pelaca, anak laki-laki Benaya, mati. Lalu, aku bersujud dan berseru dengan suara nyaring dan berkata, “Oh, Tuhan ALLAH! Apakah Engkau akan menghabisi sisa-sisa Israel?””Yehezkiel 11:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka sedang aku bernubuat, matilah Pelaca bin Benaya. Lalu aku sujud dan Yehezkiel 11.14–17 42 berseru dengan suara nyaring, kataku: "Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau menghabiskan sisa Israel?"”Yehezkiel 11:13 · TB
Terjemahan Baru
“Sementara aku mengucapkan perkataan itu, tiba-tiba saja Pelaca jatuh lalu mati. Maka aku pun sujud dan berseru, "Aduh TUHAN Yang Mahatinggi! Apakah seluruh sisa Israel ini hendak Kaubunuh?"”Yehezkiel 11:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it came to pass, when I prophesied, that Pelatiah the son of Benaiah died. Then fell I down upon my face, and cried with a loud voice, and said, Ah Lord GOD! wilt thou make a full end of the remnant of Israel?”Yehezkiel 11:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 11:13?
Saat Yehezkiel bernubuat, salah satu pemimpin, Pelaca, meninggal seketika. Hal ini menunjukkan bahwa nubuat Yehezkiel benar-benar terjadi. Yehezkiel terkejut dan berseru kepada Tuhan, bertanya apakah Dia akan menghabisi sisa-sisa Israel, menunjukkan kepedulian dan belas kasihan terhadap umat.
Latar belakang
Nabi Terkejut oleh Kematian
Saat Yehezkiel bernubuat melawan para pemimpin palsu, Pelaca, salah satu tokoh yang disebut, mati mendadak. Ini menegaskan kebenaran firman Tuhan dan membuat Yehezkiel berseru memohon belas kasihan.
Di mana
Yerusalem (dalam penglihatan)
Di pelataran Bait Suci, pintu gerbang timur
Kapan
~592 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi, diasingkan ke Babel ~597 SM
Kepada
Orang-orang buangan di Tel-Abib
Orang Israel yang dibuang ke Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מוּת
mut · mati
Mati secara fisik, kematian yang nyata.
נָפַל
naphal · bersujud
Jatuh atau tersungkur, sebagai respons emosional yang kuat.
זָעַק
za'aq · berseru
Berteriak minta tolong, mengungkapkan keputusasaan.
Kombinasi kematian, sujud, dan seruan menunjukkan urgensi doa syafaat di tengah penghakiman yang nyata.
Tahukah kamu
Nama yang Bermakna
Nama 'Pelaca' dalam bahasa Ibrani berarti 'Tuhan telah melepaskan' atau 'Tuhan ajaib'. Kematiannya menjadi tanda penghakiman yang nyata.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 11:13
Amos 7:2
Doa syafaat nabi
“Ya Tuhan ALLAH, ampunilah kiranya! Bagaimana Yakub dapat bertahan?”
Yehezkiel 9:8
Seruan belas kasihan
“Aku berseru: Aduh, Tuhan ALLAH! Apakah Engkau mau memusnahkan seluruh sisa Israel?”
Bilangan 16:22
Protes atas hukuman
“Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk, Engkau akan murka kepada segenap jemaah ini?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 11:13
✕ Sering dikira
Kematian Pelaca adalah kebetulan atau kutukan ajaib.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah tindakan ilahi yang meneguhkan nubuat Yehezkiel sebagai firman Tuhan, bukan sekadar kutukan.
✕ Sering dikira
Yehezkiel mempertanyakan keadilan Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Yehezkiel berseru karena prihatin sisa Israel hampir punah, bukan menuduh Tuhan tidak adil.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 11:13
Ketika apa yang kita takutkan terjadi, wajar untuk bertanya kepada Tuhan. Kita bisa belajar dari Yehezkiel yang jujur dengan perasaannya dan tetap berseru kepada Tuhan dalam keputusasaan.
Tuhan, saat aku melihat hal-hal yang menakutkan terjadi, tolong aku untuk tetap berseru kepada-Mu dengan jujur, seperti Yehezkiel. Amin.