Yehezkiel meratap di tengah pembantaian
Yehezkiel 9:8
Tanda Penyelamatan di Tengah Penghakiman
“Sementara mereka membunuh orang-orang, aku tertinggal sendirian; aku pun sujud dan berseru, “Ya TUHAN, Allah, apakah Engkau akan menghancurkan semua sisa Israel dalam pencurahan murka-Mu atas Yerusalem?””Yehezkiel 9:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sedang mereka memukuli orang- orang sampai mati--waktu itu aku tinggal di belakang--aku sujud dan berseru, kataku: "Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau memusnahkan seluruh sisa Israel di dalam mencurahkan amarah-Mu atas Yerusalem?"”Yehezkiel 9:8 · TB
Terjemahan Baru
“Selama pembantaian itu berlangsung, aku ada di situ sendirian. Aku sujud dan berseru, "TUHAN Yang Mahatinggi, begitu marahkah Engkau kepada Yerusalem sehingga hendak Kaubunuh semua orang yang masih ada di Israel ini?"”Yehezkiel 9:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it came to pass, while they were slaying them, and I was left, that I fell upon my face, and cried, and said, Ah Lord GOD! wilt thou destroy all the residue of Israel in thy pouring out of thy fury upon Jerusalem?”Yehezkiel 9:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 9:8?
Yehezkiel 9:8 menunjukkan reaksi nabi Yehezkiel saat menyaksikan pembantaian yang mengerikan. Ia sujud dan berseru kepada TUHAN, mempertanyakan apakah Allah akan menghancurkan seluruh sisa Israel. Ini mengungkapkan pergumulan hatinya yang sedih dan prihatin, namun juga menunjukkan bahwa nabi tetap berdoa dan memohon belas kasihan di tengah penghakiman.
Latar belakang
Ratapan di tengah pembantaian
Enam algojo telah mulai membunuh orang-orang di kota sesuai perintah Tuhan, dimulai dari para tua-tua di depan Bait Suci. Yehezkiel ditinggalkan sendirian, lalu ia sujud dan berteriak kepada Tuhan, bertanya apakah Tuhan akan menghancurkan seluruh sisa Israel dalam murka-Nya. Ini adalah momen kepedihan dan keberanian untuk mempertanyakan keadilan Tuhan.
Di mana
Yerusalem
Di dalam penglihatan, dekat Bait Suci
Kapan
~593 SM
Kerajaan Yehuda menjelang kehancuran
Yang berbicara
Yehezkiel
imam dan nabi di pembuangan Babilon, ~30 tahun
Kepada
Para pembaca
umat Israel di pembuangan dan generasi mendatang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נפל
naphal · sujud
jatuh, tersungkur
זעק
za'aq · berseru
berteriak, memanggil dengan keras
חמה
chemah · murka
panas, kemarahan yang menyala
Kata-kata ini menunjukkan bahwa Yehezkiel merendahkan diri secara fisik dan vokal di hadapan Tuhan, sambil mengakui murka-Nya yang panas. Responsnya bukan protes yang menantang, melainkan doa interesi yang lahir dari hubungan yang intim; ia berani datang kepada Tuhan meskipun sedang murka.
Tahukah kamu
Sujud sebagai respons nabi
Sujud di sini bukan sekadar posisi tubuh, melainkan ekspresi doa dan keputusasaan yang dalam. Yehezkiel sering menggunakan tindakan simbolis, tetapi ini adalah salah satu dari sedikit doa langsungnya yang tercatat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 9:8
Kejadian 18:23
Doa interesi Abraham
“Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?”
Mazmur 106:23
Pembelaan nabi
“Maka Ia berkata hendak memusnahkan mereka, tetapi Musa, orang pilihan-Nya, berdiri di hadapan-Nya untuk mencegah murka-Nya”
Yehezkiel 11:13
Ulang pertanyaan sama
“Aku berseru: 'Aduh, Tuhan ALLAH! Apakah Engkau hendak menghabiskan sisa Israel?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 9:8
✕ Sering dikira
Yehezkiel mempertanyakan keadilan Tuhan atau meragukan keputusan-Nya.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaannya adalah doa syafaat, bukan tantangan; ia ingin tahu apakah ada sisa yang akan selamat.
✕ Sering dikira
Tuhan tidak menjawab doa Yehezkiel, jadi doanya sia-sia.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menjawab pada ayat berikutnya, menjelaskan bahwa penghakiman itu adil; doa yang tulus tetap didengar.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 9:8
Ketika melihat kehancuran di sekitar kita, kita boleh datang kepada Tuhan dengan jujur dan bertanya. Doa bukan hanya meminta, tetapi juga mengungkapkan kegelisahan hati kepada Allah yang mendengar.
Ya Tuhan, di tengah ketidakpastian, ajari aku untuk tetap datang kepada-Mu dengan penuh iman, seperti Yehezkiel yang berseru kepada-Mu. Amin.