Malaikat keenam meledakkan trompet
Wahyu 9:13
Trompet Keenam: Pelepasan Empat Malaikat
“Lalu, malaikat yang keenam meniup trompetnya, dan aku mendengar suara dari keempat tanduk altar emas yang ada di hadapan Allah,”Wahyu 9:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,”Wahyu 9:13 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian malaikat yang keenam meniup trompetnya. Maka saya mendengar suara datang dari keempat sudut mezbah emas yang terdapat di depan Allah.”Wahyu 9:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika malaikat yang keenam meniup terompetnya, saya mendengar suara keluar dari mezbah emas yang di hadapan Allah. Mezbah itu berbentuk segi empat dan di setiap sudutnya terdapat satu tanduk. Suara itu keluar dari tanduk-tanduk tersebut.”Wahyu 9:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the sixth angel sounded, and I heard a voice from the four horns of the golden altar which is before God,”Wahyu 9:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 9:13?
Ayat ini menandai dimulainya penghakiman keenam dari tujuh sangkakala. Yohanes mendengar suara dari keempat tanduk altar emas di hadapan Allah, yang menunjukkan bahwa penghakiman ini berasal dari otoritas ilahi dan terkait dengan doa dan penyembahan.
Latar belakang
Suara dari altar emas memerintahkan pelepasan
Malaikat keenam meniup trompetnya, dan Yohanes mendengar suara dari empat tanduk altar emas di hadapan Allah. Suara itu memerintahkan malaikat keenam untuk melepaskan empat malaikat yang telah diikat di sungai Efrat yang besar. Ini bukan kebetulan—pelepasan ini adalah bagian dari rencana ilahi yang telah ditentukan waktu dan tempatnya.
Di mana
Sungai Efrat
Perbatasan timur dari dunia Timur Tengah yang dikenal
Kapan
~90 M
Pelepasan dari tentara untuk pembunuhan massal
Yang berbicara
Malaikat keenam
Pelaksana dari perintah untuk melepaskan tentara Efrat
Kepada
Empat malaikat di Sungai Efrat
Penjaga yang telah ditahan, sekarang diberi ijin untuk bertindak
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τέσσαρες (tessares)
empat · fourth
Angka pengaturan dunia—empat penjuru, empat malaikat, keseimbangan kosmik
δέω (deō)
diikat · bound
Ditahan, dirantai, dilarang untuk bertindak—restraint dari Allah
Εὐφράτης (Euphrates)
Efrat · Euphrates
Sungai besar di Timur Tengah, perbatasan kekuasaan Roma
Empat malaikat diikat di Efrat menunjukkan bahwa bahkan musuh besar tunduk pada otoritas ilahi—mereka tidak bisa bertindak sampai perintah diberikan.
Tahukah kamu
Sungai Efrat sebagai perbatasan pertahanan
Sungai Efrat adalah perbatasan timur dari Kekaisaran Romawi pada waktu Yohanes menulis. Empat malaikat diikat di sana mungkin melambangkan ancaman dari timur—Kekaisaran Parthia atau bangsa-bangsa di luar perbatasan Romawi. Kelepasan mereka adalah pelepasan dari musuh di perbatasan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 9:13
Kejadian 15:18
Efrat sebagai perbatasan dari tanah janji
“Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham...dari sungai Mesir sampai sungai Efrat yang besar”
Yesaya 41:25
Ancaman dari timur sebagai hukuman ilahi
“Aku telah membangkitkan satu dari utara, dan dia telah datang dari matahari terbit”
Wahyu 16:12
Sungai Efrat dalam konteks malapetaka selanjutnya
“Malaikat keenam menumpahkan cawannya ke sungai besar, yaitu Efrat, maka airnya menjadi kering untuk mempersiapkan jalan bagi raja-raja dari Timur”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 9:13
✕ Sering dikira
Empat malaikat adalah dosa atau kejahatan yang tidak terkontrol
✓ Yang sebenarnya
Empat malaikat adalah agen dari hukuman ilahi yang terikat pada rencana Allah
✕ Sering dikira
Mereka diikat selamanya dan tidak akan pernah dilepaskan
✓ Yang sebenarnya
Mereka diikat sementara, sampai waktu yang ditentukan Allah tiba untuk dilepaskan
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 9:13
Ketika Anda menghadapi situasi yang tampaknya tidak terkendali, ingatlah bahwa penghakiman Allah selalu adil dan berasal dari takhta-Nya. Suara dari altar mengingatkan kita bahwa doa orang kudus berperan dalam rencana Allah.
Tuhan, ajar kami untuk percaya bahwa Engkau berdaulat atas segala peristiwa, bahkan yang paling mengerikan sekalipun. Amin.