Firman di Tengah Api
Ulangan 5:22
Sepuluh Perintah dan Respons Israel
PerikopUmat Takut akan Allah · Ulangan 5:22-27 →“Itulah perintah yang TUHAN firmankan kepada seluruh jemaat di gunung, dengan suara yang keras dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan. Setelah itu Dia berhenti berbicara. Dia menuliskannya di atas dua loh batu dan memberikannya kepadaku.”Ulangan 5:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Firman itulah yang diucapkan TUHAN kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis- Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku."”Ulangan 5:22 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah perintah-perintah yang diberikan TUHAN kepada kamu ketika kamu berkumpul di gunung. Ketika Ia berbicara dengan suara gemuruh dari api dan awan yang tebal, Ia memberikan perintah-perintah itu, dan bukan yang lain. Lalu Ia menulisnya pada dua batu tulis dan memberikannya kepadaku."”Ulangan 5:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““TUHAN menyampaikan perintah-perintah ini kepada kita semua di gunung itu dengan suara yang keras dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan pekat. Itu saja yang disampaikan-Nya pada hari itu. Lalu Dia menuliskan perintah-perintah itu pada dua lempengan batu dan memberikannya kepada saya.”Ulangan 5:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“These words the LORD spake unto all your assembly in the mount out of the midst of the fire, of the cloud, and of the thick darkness, with a great voice: and he added no more. And he wrote them in two tables of stone, and delivered them unto me.”Ulangan 5:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 5:22?
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah berbicara langsung kepada umat-Nya di Gunung Sinai dengan suara keras dari api, awan, dan gelap, lalu menuliskan perintah-perintah-Nya pada dua loh batu. Ini menegaskan bahwa perintah-perintah itu berasal dari Allah sendiri dan bersifat permanen, menjadi dasar perjanjian yang kudus bagi umat Israel.
Latar belakang
Firman dari Gunung
Musa mengingatkan bahwa Allah berbicara langsung kepada seluruh jemaat di Gunung Horeb (Sinai) dengan suara keras dari tengah api, awan, dan gelap. Setelah selesai, Allah menuliskan perintah-perintah itu pada dua loh batu dan memberikannya kepada Musa.
Di mana
Dataran Moab
Dataran Moab, sebelum masuk Kanaan
Kapan
~1400 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Penulis naratif
Pengisah yang menceritakan kembali peristiwa
Kepada
Pembaca/Generasi Israel
Israel yang sedang bersiap memasuki Tanah Perjanjian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֵשׁ
'esh · api
Api yang menyala, sering menjadi simbol kehadiran Allah yang kudus.
שְׁנֵי לֻחֹת אֲבָנִים
shenei luchot avanim · dua loh batu
Dua lempengan batu yang berisi tulisan, menjadi bukti perjanjian.
קָהָל
qahal · jemaat
Kumpulan umat Allah yang dipanggil berkumpul untuk mendengar firman.
Kehadiran Allah di Sinai ditandai api, dan perintah-perintah-Nya ditulis di atas batu untuk ketahanan, namun jemaat dipanggil untuk merespons—bukan sekadar menyaksikan fenomena.
Tahukah kamu
Suara dari Api
Tradisi Yahudi menyebut bahwa suara Allah di Sinai terbagi menjadi tujuh suara atau banyak bahasa, sehingga semua bangsa bisa memahaminya, meskipun yang tercatat di sini adalah pengalaman Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 5:22
Ulangan 4:12
Api di Horeb
“TUHAN berbicara kepadamu dari tengah-tengah api; suara itulah yang kamu dengar, tetapi tidak ada bentuk yang kamu lihat.”
Keluaran 24:12
Loh batu
“TUHAN berfirman kepada Musa: Naiklah kepada-Ku ke atas gunung itu dan tinggallah di sana, supaya Aku memberikan kepadamu loh-loh batu.”
Ibrani 12:18
Kontras Sinai
“Kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan menyala-nyala, dan kepada kegelapan, dan kepada angin ribut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 5:22
✕ Sering dikira
Menganggap Allah hanya berbicara dalam bahasa Ibrani atau bahasa tertentu.
✓ Yang sebenarnya
Fokus teks adalah bahwa Allah berbicara langsung, bukan bahasa yang dipakai.
✕ Sering dikira
Berpikir loh batu itu ditulis oleh Musa setelah Allah selesai berbicara.
✓ Yang sebenarnya
Ayat jelas mengatakan Allah menuliskannya dan memberikannya kepada Musa.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 5:22
Allah sungguh serius tentang hukum-Nya; Dia tidak main-main. Kita perlu mendengar Firman Tuhan dengan hati yang takut dan hormat, serta menyimpannya dalam hati sebagai pedoman hidup.
Ya Tuhan, mampukan kami mendengar suara-Mu dengan hormat dan menaati perintah-Mu dengan sepenuh hati, Amin.