Ulangan 5:22
“Itulah perintah yang TUHAN firmankan kepada seluruh jemaat di gunung, dengan suara yang keras dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan. Setelah itu Dia berhenti berbicara. Dia menuliskannya di atas dua loh batu dan memberikannya kepadaku.”Ulangan 5:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Firman itulah yang diucapkan TUHAN kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis- Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku."”Ulangan 5:22 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah perintah-perintah yang diberikan TUHAN kepada kamu ketika kamu berkumpul di gunung. Ketika Ia berbicara dengan suara gemuruh dari api dan awan yang tebal, Ia memberikan perintah-perintah itu, dan bukan yang lain. Lalu Ia menulisnya pada dua batu tulis dan memberikannya kepadaku."”Ulangan 5:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““TUHAN menyampaikan perintah-perintah ini kepada kita semua di gunung itu dengan suara yang keras dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan pekat. Itu saja yang disampaikan-Nya pada hari itu. Lalu Dia menuliskan perintah-perintah itu pada dua lempengan batu dan memberikannya kepada saya.”Ulangan 5:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“These words the LORD spake unto all your assembly in the mount out of the midst of the fire, of the cloud, and of the thick darkness, with a great voice: and he added no more. And he wrote them in two tables of stone, and delivered them unto me.”Ulangan 5:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 5:22?
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah berbicara langsung kepada umat-Nya di Gunung Sinai dengan suara keras dari api, awan, dan gelap, lalu menuliskan perintah-perintah-Nya pada dua loh batu. Ini menegaskan bahwa perintah-perintah itu berasal dari Allah sendiri dan bersifat permanen, menjadi dasar perjanjian yang kudus bagi umat Israel.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 5:22
Allah sungguh serius tentang hukum-Nya; Dia tidak main-main. Kita perlu mendengar Firman Tuhan dengan hati yang takut dan hormat, serta menyimpannya dalam hati sebagai pedoman hidup.
Ya Tuhan, mampukan kami mendengar suara-Mu dengan hormat dan menaati perintah-Mu dengan sepenuh hati, Amin.