Bukan kepada gunung yang disentuh
Ibrani 12:18
Kontras antara Dua Perjanjian
“Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang bisa disentuh, kepada api yang menyala-nyala, atau kepada kegelapan, kekelaman, dan badai.”Ibrani 12:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai,”Ibrani 12:18 · TB
Terjemahan Baru
“Saudara-saudara tidak datang menghadapi sesuatu seperti yang dihadapi oleh bangsa Israel dahulu. Mereka menghadapi sesuatu yang bisa diraba, yaitu Gunung Sinai dengan apinya yang bernyala-nyala; mereka menghadapi kegelapan, kekelaman dan angin ribut;”Ibrani 12:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Menurut perjanjian yang baru, kita bisa datang kepada Allah melalui Kristus, tidak seperti umat Israel yang menerima perjanjian lama. Mereka datang mendekati tempat jasmani yang dapat disentuh, yaitu gunung Sinai. Mereka datang dengan ketakutan karena tiba-tiba awan menghitam, langit diliputi kegelapan, angin kencang menderu, dan gunung itu terbakar dengan api yang menyala-nyala.”Ibrani 12:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For ye are not come unto the mount that might be touched, and that burned with fire, nor unto blackness, and darkness, and tempest,”Ibrani 12:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 12:18?
Ayat ini membandingkan perjanjian lama (Perjanjian Musa) yang penuh ketakutan dengan perjanjian baru. Kita tidak datang kepada gunung fisik yang menyala-nyala, tetapi kita datang kepada Allah yang penuh anugerah. Ini menunjukkan bahwa pendekatan kita kepada Allah sekarang lebih intim dan penuh kasih.
Latar belakang
Kamu Tidak Datang ke Sinai
Penulis sekarang melakukan perubahan besar dalam tema. Pengikut Kristus tidak datang kepada pengalaman yang menakutkan dari Sinai—dengan api, topan, dan perintah yang menakutkan—tetapi kepada sesuatu yang jauh lebih indah dan mulia melalui Kristus.
Di mana
Gunung Sinai/Padang Gurun Paran
Gambaran tempat di mana perjanjian lama diberikan
Kapan
~60-70 M
Perbandingan teologis antara Perjanjian Lama dan Baru
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Theolog yang mengontraskan Perjanjian Lama dan Baru
Kepada
Jemaat Kristen Yahudi
Pengikut Kristus yang memahami tradisi Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὄρος
oros · mountain
gunung; tempat tertinggi di mana Tuhan bertemu dengan umat-Nya
ψηλαφωμένῳ
pselaphōmenō · touched
disentuh; dapat diakses oleh indra manusia
γνόφῳ
gnophō · darkness
kegelapan; ketidakjelasan dan ketakutan
Pengalaman pada Sinai adalah menakutkan dan melumpuhkan, tetapi pengalaman di Kristus adalah berbeda—lebih dekat dan lebih intim.
Tahukah kamu
Sinai vs Sion
Gunung Sinai melambangkan perjanjian lama dengan hukum yang menakutkan. Gunung Sion melambangkan perjanjian baru dengan kasih dan pengampunan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 12:18
Keluaran 19:16-19
Pengalaman Sinai yang menakutkan
“Pada pagi hari ketiga ada kilat, petir, dan awan yang berat... Tuhan turun di atas Gunung Sinai”
Deuteronomi 4:11
Kehadiran yang menakutkan di Sinai
“Kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung... sedang gunung itu menyala api sampai ke jantung langit”
Galatia 4:24-25
Sinai melambangkan perbudakan, Sion melambangkan kebebasan
“Agaryah dan Sinai mewakili perjanjian lama... tetapi Sion atas mewakili kebebasan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 12:18
✕ Sering dikira
Pengalaman Sinai menunjukkan bahwa Tuhan tidak peduli dengan keselamatan umat-Nya
✓ Yang sebenarnya
Sinai adalah cara Tuhan yang dipilih untuk memberikan hukum; Kristus adalah cara yang lebih sempurna
✕ Sering dikira
Jika kita berjumpa dengan Tuhan, kita seharusnya merasa takut seperti pada Sinai
✓ Yang sebenarnya
Dalam Kristus, kita dapat mendekat kepada Tuhan dengan keberanian dan kedamaian
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 12:18
Kamu tidak perlu takut mendekat kepada Allah seperti orang Israel dahulu. Melalui Yesus, kamu diundang untuk datang dengan berani. Percayalah bahwa Allah menyambutmu dengan kasih, bukan dengan api yang menghanguskan.
Ya Bapa, terima kasih karena aku boleh datang kepada-Mu tanpa takut, lewat Yesus. Tolong aku untuk menikmati kedekatan itu. Amin.