Larangan Bersaksi Dusta

Ulangan 5:20

Sepuluh Perintah: Panggilan untuk Ketaatan

PerikopSepuluh Hukum Taurat · Ulangan 5:1-21 →
“Jangan mengucapkan kesaksian dusta tentang sesamamu.”

Ulangan 5:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 5:20?

Perintah 'Jangan mengucapkan kesaksian dusta' melarang kita berbohong saat menjadi saksi atau berkata tidak benar tentang sesama. Ini menekankan pentingnya kejujuran dan melindungi nama baik orang lain, karena kebohongan dapat merusak kehidupan dan keadilan.

Latar belakang

Perintah Kesembilan: Menjaga Nama Baik

Musa meneruskan hukum yang melindungi kejujuran dalam pengadilan. Perintah ini menekankan pentingnya kebenaran dalam kesaksian, karena keputusan hukum bergantung pada saksi yang jujur.

Di mana

Dataran Moab

Di perkemahan, sebelum menyeberangi Yordan

Kapan

~1400 SM

Perjanjian Lama, sebelum masuk Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluar dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~120 tahun, saksi mata Tuhan di gunung.

O

Kepada

Orang Israel

Mantan budak, generasi baru yang akan masuk Kanaan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֵד

ed · kesaksian

saksi atau bukti yang diberikan di pengadilan.

שָׁוְא

shav · dusta

hal yang kosong, sia-sia, atau tidak berdasar.

לֹא

lo · jangan

larangan tegas, melarang tindakan ini sama sekali.

Kata 'shav' berarti 'kesia-siaan' atau 'bohong', sehingga perintah ini bukan hanya tentang berbohong di pengadilan, tetapi juga tentang segala ucapan yang tidak membangun kebenaran.

Tahukah kamu

Konteks Hukum

Dalam sistem hukum Israel, saksi palsu bisa menerima hukuman yang sama seperti yang dituduhkan (Ulangan 19:18-19).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 5:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 5:20

✕  Sering dikira

Hanya berlaku saat bersaksi di pengadilan resmi.

✓  Yang sebenarnya

Ini mencakup semua bentuk kebohongan tentang orang lain, termasuk gosip dan fitnah.

✕  Sering dikira

Kebohongan kecil tidak masalah jika tidak merugikan.

✓  Yang sebenarnya

Setiap kebohongan merusak kepercayaan dan tidak sesuai dengan karakter Allah yang benar.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 5:20

Jangan sia-siakan kepercayaan dengan gosip atau fitnah, baik di media sosial maupun dalam percakapan. Sebelum bicara, tanyakan: apakah ini benar, perlu, dan membangun?

Tuhan, kendalikan lidah kami agar tidak menjadi saksi dusta dan selalu mengucapkan kebenaran yang membangun, Amin.