Taat dan Hikmat di Mata Bangsa
Ulangan 4:6
Panggilan untuk Taat dan Peringatan akan Allah
PerikopMusa Memperingatkan untuk Menaati Hukum Taurat Allah · Ulangan 4:1-31 →“Taatilah semuanya itu tunjukkan kepada bangsa-bangsa lain bahwa kamu bijaksana dan memiliki akal budi. Mereka akan mendengar tentang peraturan-peraturan ini dan berkata, ‘Benar, bangsa yang besar ini bijaksana dan berakal budi.’”Ulangan 4:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”Ulangan 4:6 · TB
Terjemahan Baru
“Lakukanlah itu dengan setia. Kalau kamu berbuat demikian, maka kebijaksanaanmu menjadi nyata bagi bangsa-bangsa lain. Apabila mereka mendengar tentang hukum-hukum itu, mereka akan berkata, 'Alangkah bijaksana dan cerdasnya bangsa yang besar itu!'”Ulangan 4:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Taatilah semuanya itu dengan sungguh-sungguh, sebab dengan demikian kalian akan menjadi bijaksana dan berpengertian di mata bangsa-bangsa lain. Ketika mereka mendengar semua ketetapan ini, mereka akan takjub dan berkata, ‘Betapa bijaksana dan berpengertian bangsa yang besar ini!’”Ulangan 4:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Keep therefore and do them; for this is your wisdom and your understanding in the sight of the nations, which shall hear all these statutes, and say, Surely this great nation is a wise and understanding people.”Ulangan 4:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 4:6?
Musa mendorong umat untuk menaati perintah-perintah Tuhan supaya bangsa-bangsa lain melihat kebijaksanaan dan akal budi mereka. Ketaatan menjadi kesaksian yang menarik perhatian dan membawa kemuliaan bagi Tuhan.
Latar belakang
Ketaatan Membawa Hikmat
Musa mendorong Israel untuk menaati hukum-hukum Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ketaatan itu akan menjadi bukti hikmat dan pengertian di mata bangsa-bangsa lain, yang akan mengakui bahwa Israel adalah bangsa yang besar.
Di mana
Dataran Moab, dekat Sungai Yordan
Di depan perkemahan Israel, di dataran Moab
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di padang gurun menuju Kanaan
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, berusia ~120 tahun
Kepada
Orang Israel
Generasi yang akan masuk ke Tanah Perjanjian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָכָם
khakham · bijaksana
bijak, cerdas, terampil dalam hidup
בִּין
bin · akal budi
mengerti, memahami, memiliki wawasan
גּוֹי
goy · bangsa
bangsa, orang-orang bukan Yahudi
Hikmat (khakham) dan akal budi (bin) adalah dua hal yang berbeda: hikmat adalah kebenaran hidup, akal budi adalah kemampuan membedakan. Ketaatan menghasilkan keduanya, dan ini terlihat oleh bangsa-bangsa lain (goy).
Tahukah kamu
Hikmat yang Terlihat
Hikmat di sini bukan hanya pengetahuan, tetapi kemampuan untuk hidup benar di hadapan Allah dan manusia. Bangsa-bangsa lain akan melihat cara hidup Israel yang berbeda dan terpesona.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 4:6
1 Raja-raja 3:9
Akal budi dari Tuhan
“Maka berikanlah kepada hamba-Mu hati yang faham untuk menghakimi umat-Mu dan dapat membedakan antara yang baik dan jahat.”
Amsal 1:7
Hikmat sejati
“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Mazmur 119:99
Hikmat dari hukum
“Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu menjadi renunganku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 4:6
✕ Sering dikira
Mengira bahwa bangsa lain akan melihat kecerdasan atau pendidikan orang Israel.
✓ Yang sebenarnya
Yang mereka lihat adalah cara hidup yang tertib dan adil, yang berasal dari ketaatan kepada hukum Tuhan.
✕ Sering dikira
Berpikir hikmat dan akal budi adalah kemampuan alami yang bisa dibanggakan.
✓ Yang sebenarnya
Hikmat sejati adalah anugerah dari Allah, manifestasi dari hidup yang takut akan Dia.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 4:6
Hidup yang taat adalah 'papan iklan' yang efektif bagi Tuhan. Saat orang melihat cara kamu bertindak jujur, penuh kasih, dan bijaksana, mereka akan bertanya-tanya tentang sumber kebijaksanaanmu. Jadilah teladan yang memuliakan Tuhan.
Tuhan, biarlah hidupku menjadi kesaksian yang memuliakan-Mu, sehingga orang lain melihat kebijaksanaan-Mu dalam diriku. Amin.